Inilah Spesifikasi Datsun GO+, MPV Terbaru dari Datsun

Datsun GO+ dikembangkan menggunakan platform Datsun GO. Oleh para insinyur Datsun, tubuh GO dimelarkan hingga bisa mengangkut 7 penumpang. Jadilah GO+ yang dalam bahasa Datsun disebut MPV 5+2. Nah, sekarang mari kita simak spesifikasi MPV penantang Toyota Avanza, Daihatsu Xenia 1.3, dan Chevrolet Spin 1.2.

Mesin
Datsun GO+ mengandalkan mesin serupa milik Nissan March. Unit 1.198 cc 3-silinder 76 dk mendapatkan penyesuaian di setting komputer dan beberapa bagian internal mesinnya.
Untuk mereduksi beban kerja mesin, GO+ juga menyematkan Electronic Power Steering (EPS). Saat ini hanya ada pilihan transmisi manual 5-speed.

Dimensi
Dimensi bodi Datsun GO+ sangat kompak. Panjang 3.995 mm, lebar 1.635 mm, dan tinggi 1.485 mm. Bodi kompak jelas mendukung mobilitas di jalan kota.

Meski begitu, wheelbase-nya 2.450 mm. Racikan wheelbase yang cukup jauh ini mestinya mampu menambah kelegaan kabin.

Eksterior
Oleh karena memakai platform yang sama, tak heran wajah Datsun GO+ mirip dengan Datsun GO. Ia terlihat memikat dengan desain bodi tegas dan kokoh. Tampak Datsun cukup menguasai selera konsumen Low MPV di Indonesia.

Ditarik ke belakang, siluet tubuhnya sepintas mirip Nissan Grand Livina yang halus dan minim lekukan tegas. Secara keseluruhan, desain luar GO+ lumayan memikat.

Interior
Bagian dalam Datsun GO+ terlihat sederhana. Namun, di sini terdapat 3 hal unik.
Pertama, bangku depan diproyeksikan bisa mengangkut tiga orang. Hal yang tidak biasa buat mobil segmen Low MPV di negara ini.

Kedua, Datsun tidak memasang sistem audio di GO+. Mereka menerapkan teknologi yang disebut Datsun Mobile Docking Station. Jadi Anda bisa langsung menghubungkan smartphone atau gadget dengan GO+ ini. Sebuah solusi praktis dan murah.

Ketiga, transmisi manual Datsun GO+ dibuat menggantung. Tujuannya untuk memberikan ruang kaki tambahan.

Datsun Akan Meluncurkan 2 Mobil Baru di Jakarta


Datsun akan meluncurkan 2 mobil baru di Jakarta sore ini. Model pertama berjenis Hatchback yang dipanggil Datsun Go. Mobil ini sudah tampil perdana di India beberapa bulan lalu. Namun, untuk pasar Indonesia spesifikasi kendaraan berbeda dan kualitasnya lebih bagus.
Model kedua adalah MPV yang bakal menjadi bintang utama pada peluncuran sore nanti. Soalnya, ini merupakan penampilan pertama Datsun MPV di dunia.
MPV ini mengambil basis dari Datsun Go. Ia dibekali 3 baris tempat duduk dan mampu mengangkut 7 penumpang. Untuk jantungnya mengandalkan mesin 3-silinder 1.200 cc yang serupa dengan milik Nissan March.
Datsun Go MPV ini akan berhadapan dengan Toyota Avanza 1.3, Daihatsu Xenia 1.3 dan Chevrolet Spin 1.2. Ia akan menjadi pilihan menarik bagi konsumen Indonesia. Apalagi Datsun menargetkan akan mematok harga jual Go MPV di angka Rp 100 jutaan.
Datsun Go MPV ini dikembangkan dan diproduksi di Indonesia dengan dukungan penuh dari Nissan Motor Company. Keputusan ini tampaknya diambil karena pasar terbesar di Indonesia adalah MPV.

Honda Jazz/Fit Generasi Terbaru di Luncurkan


Honda akhirnya meluncurkan generasi baru dari hatchback andalan mereka, Honda Fit/Jazz. Generasi ketiga dari mobil populer ini diharapkan akan tetap menghentak dunia otomotif.

Honda Fit yang di Indonesia bernama Honda Jazz pertama kali diperlihatkan pada 2001 yang langsung menghentak pasar, bukan hanya pasar Jepang, tapi juga pasar dunia.


Kini, Honda kembali menghadirkan generasi ketiga dari Fit yang memiliki tampang lebih sporty baik dalam versi konvensional maupun hybrid. Garis tajam tampak masih menjadi ciri khas Fit dimana alur desain grille tampak mengalir ke headlamp yang bersudut tajam.

Desain bumper yang cukup besar juga menjadikannya tampak sporty, terlebih ditambah garis body di samping yang cukup menarik perhatian.

Mesinnya diklaim merupakan mesin 1.3 liter terbaru yang di desain untuk memperlihatkan tingkat efisiensi tinggi. Honda mengklaim kalau mesin ini mampu menunjukkan efisiensi sampai 26 km/liter. Keiritan juga bakal diperlihatkan pada mesin 1.5 liter namun tidak dijelaskan berapa angka efisiensinya.

Pada versi hybrid, Honda bahkan berani mengklaim kalau mobil itu bisa irit sampai 36,4 km/liter.

Di Jepang, model ini berhasil terjual sampai 2 juta unit sejak 2001 dan lebih dari 4,87 juta unit di 123 pasar global yang dimasukinya. Sementara di Indonesia selama 2013 ini Jazz sudah terjual sebanyak 20.833 unit dan menjadi salah satu mobil terlaris Honda di Indonesia.

Test Drive: Outlander Sport PX A/T vs Outlander Sport GLX M/T


Di antara pilihan produk Outlander Sport, PX adalah trim termewah. Beberapa fitur unggulan dijejalkan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) untuk menegaskan statusnya sebagai flagship.

Lihat saja atap panoramic dan tombol Start-Stop, itu semua cuma ada di versi PX. Begitu juga dengan paddle shift dan lampu utama HID yang eksklusif untuk PX.

PX juga sudah dilengkapi transmisi otomatis canggih kebanggaan Mitsubishi,  INVECS III. Ini merupakan girboks CVT dengan Sport Mode. Powertrain ini mengklaim kehalusan mengantar tenaga namun tetap piawai melayani ambisi pengemudi saat berakselerasi.

Kala berjalan, kinerja khas CVT langsung terlihat. Kecepatan meningkat tanpa disertai entakan yang biasa muncul pada girboks matik konvensional.

Akselerasi pun tak bisa diremehkan karena ia mencetak waktu 10,7 detik untuk sprint 0-100 km/jam. Tak buruk mengingat selisihnya cuma kalah 1 detik dari Outlander Sport bertransmisi manual. Konsumsi BBM dalam kota ada di figur 9,2 km/l. Sedangkan rute tol diselesaikannya dengan catatan 14,8 km/l.

Kebalikan dengan PX, GLX adalah varian paling murah yang dimiliki keluarga Outlander Sport. Salah satu tugasnya adalah ‘menjemput’ prospect buyer Outlander Sport yang berbudget lebih terbatas.

GLX pula yang menjadi satu-satunya varian dengan transmisi manual. Begitu popularnya PX dan GLS, bisa jadi tak banyak orang yang tahu kalau Outlander Sport sebenarnya juga punya opsi bertransmisi manual di GLX.

Girboks manual Outlander adalah unit 5 percepatan dengan rasio final gear 4,235. Cukup kasar sehingga ada satu hal yang bisa diharapkan, yakni tarikan bawah lebih galak untuk berakselerasi.

Saat dilajukan, kami segera terpukau pada entengnya tekanan pedal kopling. Memang tidak sampai senyaman unit matik yang membuat kaki kiri bebas total, tapi ringannya pedal kopling ini sungguh menolong terutama saat macet. Bukan cuma itu, pergeseran tuas perseneling pun terasa enteng. Shifting mudah dan sangat jarang terjadi missed gear.

Dengan output dari mesin sama, 150 dk – 197 Nm, Outlander Sport manual lebih kencang dibanding matik. Ia berakselerasi 0-100 km/jam dalam tempo 9,7 detik. Ketiadaannya segala kontrol traksi atau stabilitas membuat ban mudah sekali spin jika pedal gas diinjak kasar.

Di ranah konsumsi BBM juga begitu, Outlander Sport manual menoreh hasil lebih baik dibanding model otomatisnya. Rute dalam kota hadir dengan catatan 10,1 km/l sedangkan tol 15,1 km/l.

Anda membutuhkan pedoman perbaikan buat Mitsubishi, klik disini.

Test Drive: Nissan Grand Livina Terbaru

Beberapa waktu yang lalu PT Nissan Motors Indonesia (NMI) yang memperkenalkan Nissan Grand Livina terbaru. Hal ini akan semakin meramaikan persaingan di segmen Compact MPV. 

Lampu depan model triangular kini dibuat lebih tajam. Grill kini mengaplikasi model V de­ngan dasar datar. Bentuk bumper dan fog lamp juga diubah oleh para desainer Nissan.

Lampu belakang berubah total. Kini ia lebih besar dan menyatu dari pinggul sampai sebagian pintu bagasi. Sementara sudut lampu pun kini dibuat tajam.

Masuk ke dalam, kabin terlihat cerah. Ini berkat aplikasi kelir beige di jok, panel pintu dan sebagian dasbor. Untuk material, tipe XV masih mengandalkan kain atau fabric.

Layout dasbor mirip de­ngan pendahulunya. Kluster instrumen dasbor (speedometer, tachometer dan MID) berubah. Area dasbor bagian tengah terlihat sedikit lebih lebar dan bagian tengah setir turut didesain ulang. Aksen silver terdapat di dua bagian tersebut.

Posisi duduk masih sama dengan versi sebelumnya, nyaman seperti sedan sehingga enak buat perjalanan jauh. Setir ringan saat diputar dan cukup tajam, tapi kurang memberi feedback kepada pengemudi.

Bantingan suspensi juga masih menyenangkan seperti generasi sebelumnya. Sistem peredam kejut dan sasis monokok mobil ini sukses memanjakan penumpang dan pengemudi. Bantingan empuk bisa diraih tanpa mengorbankan stabilitas berkendara.

Grand Livina memakai mesin baru, HR15DE 1.498 cc dengan injektor ganda (dual injector) dan twin VTC (Variable Timing Control). Kombinasi dua teknologi ini meningkatkan efisiensi thermal dan mereduksi air intake resistance pada mesin. Klaim Nissan, efisiensi bahan bakar meningkat 4% dibanding mesin generasi sebelumnya.

Jantung baru ini dikombinasikan transmisi XTRONIC CVT (Continuous variable Transmission). Transmisi ini bekerja dengan halus karena tidak adanya entakan saat perpindahan gigi. Kerja peranti ini sangat sigap dan halus. 

Tipe XV dibekali, tilt steering dan head unit single DIN yang bisa memutar cakram DVD. Oh ya, di atap juga terdapat sebuah roof monitor yang siap menghibur penumpang baris ke-2 dan ke-3.

Untuk safety, Grand Livina juga dibekali beberapa fitur. Dual SRS Airbag, pretensioner seatbelt, rem ABS (Anti-lock Brake System), EBD (Electronic Brake Distribution) dan BA (Brake Assist) merupakan peralatan keselamatan standar.

Anda membutuhkan pedoman perbaikan buat Nissan Livina, klik disini.

Auto Shanghai 2013: Tampilan Perdana Yaris Terbaru


Meski berbagi platform dengan Vios, penampilan Yaris terbaru ini sangat berbeda dengan sang kakak. Utamanya tentu di bodystyle dan bentuk roofline.

Lampu depan sedikit lebih besar dari milik Vios. Langkah ini dibuat untuk mengekspos sepasang lampu proyektor yang terlihat keren itu. Bentuk rumah serta lampu kabut di bumper juga berbeda.

Pembeda lain, adalah grill yang menyatu dengan bumper. Bagian ini kemudian diberi kelir silver yang membuat Yaris terlihat seperti memiliki kumis.

Lampu belakang juga berbeda. Yaris terbaru memakai lampu berbentuk seperti huruf C atau bumerang. Model lampu ini tidak ditemukan di Yaris versi Jepang atau Eropa.

Namun, hal yang unik adalah pilar C. Para desainer Toyota memutuskan memberi kelir warna hitam pada bagian tersebut. Trik ini membuat atap Yaris terlihat melayang.

Mengintip bagian dalam mobil, terlihat kini kluster instrumen (speedometer dan tacho­meter) sudah berada di belakang setir. Layout dasbor tengah ternyata mirip dengan Vios yang kini beredar di Indonesia.

Kalau dibandingkan dengan pendahulunya, Yaris ini lebih panjang, lebar dan pendek. Ia kini memiliki panjang 4.133 mm (sebelumnya 3.750 mm), lebar 1.700 mm (1.695 mm) dan tinggi 1.440 mm (1.520 mm). Wheelbase juga ikutan melar dari 2.460 mm menjadi 2.550 mm.

Toyota masih menutup spesifikasi lainnya mengingat mobil ini baru akan meluncur di Cina pada 2014 nanti. Namun, diperkiraan ia akan tetap memakai mesin generasi sebelumnya, yaitu 1NZ-FE 1.500 cc VVT-i. Soalnya, Vios terbaru saja masih mempertahankan mesin lamanya itu.

Anda membutuhkan pedoman perbaikan buat toyota Yaris, klik disini.

Komparasi: Xenia R Sporty A/T vs Xenia R Sporty M/T


Daihatsu Xenia R Sporty A/T
Daihatsu Xenia tipe R bertransmisi otomatik dengan aksesori jenis Sporty diberi harga Rp 181,9 juta. Lebih mahal Rp 5,8 juta dari tipe serupa yang pakai pedal kopling.

Fitur standar yang dimiliki kedua mobil ini sama, yaitu 2 SRS Airbags, pretensioner seatbelt, jok tebal berdesain baru berbahan kain sampai aksen silver di beberapa bagian interior.

Begitu juga dengan aksesori yang dibawa. Keduanya pakai headunit 2 DIN dengan layar sentuh, pemutar DVD dan dibekali sistem navigasi. Kosmetik luarnya pun sama persis.

Perbedaan terbesar pada performa. Xenia R Sporty memakai transmisi otomatis 4AQ-D. Girboks ini juga ditemukan di karya bareng Daihatsu dan Toyota lain yaitu Terios/Rush.

Transmisi ini punya spesifikasi rasio gigi 2,731 (gigi 1), 1,526 (2), 1,000 (3) dan 0,696 (4) dengan rasio gigi akhir di gardan (final gear) 5,571. Kombinasi ini ampuh menolong saat berakselerasi dari keadaan statis maupun berjalan.

Sebagai catatan, Xenia transmisi otomatis mampu melaju 0-100 km/jam dalam hitungan 14,9 detik. Hasil yang lumayan buat mobil pengangkut 7 penumpang dengan mesin 1.298 cc dan klaim tenaga 92 dk.

Di jalan yang macet dan banyak menuntut aktivitas ‘stop and go’, transmisi ini beroperasi dengan tenang. Perpindahan gigi terasa halus dan minim entakan.

Sayang, resep ini punya konsekuensi tingginya raungan mesin mobil. Suara tersebut terdengar saat akselerasi maupun kala melaju konstan 100 km/jam pada putaran mesin 3.300 rpm.

Bila dibandingkan konsumsi bahan bakarnya, Xenia matik mesti angkat topi kepada Xenia manual. Pencapaian terbaik untuk rute dalam kota ‘hanya’ 10,8 km/liter.

Daihatsu Xenia R Sporty M/T
Daihatsu Xenia tipe R bertransmisi manual 5-speed dengan aksesori jenis Sporty diberi harga Rp 176,1 juta. Fitur standar dan aksesori yang didapat kedua mobil ini sama persis. Ketika berada di dalam akan sama-sama ditemukan headunit 2 DIN dengan layar sentuh, pemutar DVD dan dibekali sistem navigasi.

Perbedaan nyata baru terasa saat mobil berjalan. Mesin 1.298 cc bertenaga 92 dk terasa begitu responsif terutama di putaran bawah. Saking responsifnya, kita bisa dengan mudah mendapatkan gejala lonjakan tenaga mendadak bila tidak halus memainkan pedal gas.

Di kemacetan pun penyaluran tenaga mesin baru terasa kalem bila kita sangat halus mengatur pedal gas dan kopling. Memang pedal kopling Xenia tergolong ringan, tapi bila mesti menginjaknya berkali-kali di tengah kemacetan cukup menyiksa kaki kiri pengemudi.

Putaran mesin saat melaju 100 km/jam di angka 3.500 rpm. Ini angka yang cukup tinggi, walau bila dibandingkan generasi sebelumnya ini sudah 400 rpm lebih rendah. Catatan konsumsi bahan bakar di tol 16,6 km/l. Sementara untuk rute dalam kota Xenia manual bisa mencapai 12,1 km/liter. 

Anda membutuhkan pedoman perbaikan untuk Xenia/Avanza, klik disini.