Test Drive: Nissan Grand Livina Terbaru

Beberapa waktu yang lalu PT Nissan Motors Indonesia (NMI) yang memperkenalkan Nissan Grand Livina terbaru. Hal ini akan semakin meramaikan persaingan di segmen Compact MPV. 

Lampu depan model triangular kini dibuat lebih tajam. Grill kini mengaplikasi model V de­ngan dasar datar. Bentuk bumper dan fog lamp juga diubah oleh para desainer Nissan.

Lampu belakang berubah total. Kini ia lebih besar dan menyatu dari pinggul sampai sebagian pintu bagasi. Sementara sudut lampu pun kini dibuat tajam.

Masuk ke dalam, kabin terlihat cerah. Ini berkat aplikasi kelir beige di jok, panel pintu dan sebagian dasbor. Untuk material, tipe XV masih mengandalkan kain atau fabric.

Layout dasbor mirip de­ngan pendahulunya. Kluster instrumen dasbor (speedometer, tachometer dan MID) berubah. Area dasbor bagian tengah terlihat sedikit lebih lebar dan bagian tengah setir turut didesain ulang. Aksen silver terdapat di dua bagian tersebut.

Posisi duduk masih sama dengan versi sebelumnya, nyaman seperti sedan sehingga enak buat perjalanan jauh. Setir ringan saat diputar dan cukup tajam, tapi kurang memberi feedback kepada pengemudi.

Bantingan suspensi juga masih menyenangkan seperti generasi sebelumnya. Sistem peredam kejut dan sasis monokok mobil ini sukses memanjakan penumpang dan pengemudi. Bantingan empuk bisa diraih tanpa mengorbankan stabilitas berkendara.

Grand Livina memakai mesin baru, HR15DE 1.498 cc dengan injektor ganda (dual injector) dan twin VTC (Variable Timing Control). Kombinasi dua teknologi ini meningkatkan efisiensi thermal dan mereduksi air intake resistance pada mesin. Klaim Nissan, efisiensi bahan bakar meningkat 4% dibanding mesin generasi sebelumnya.

Jantung baru ini dikombinasikan transmisi XTRONIC CVT (Continuous variable Transmission). Transmisi ini bekerja dengan halus karena tidak adanya entakan saat perpindahan gigi. Kerja peranti ini sangat sigap dan halus. 

Tipe XV dibekali, tilt steering dan head unit single DIN yang bisa memutar cakram DVD. Oh ya, di atap juga terdapat sebuah roof monitor yang siap menghibur penumpang baris ke-2 dan ke-3.

Untuk safety, Grand Livina juga dibekali beberapa fitur. Dual SRS Airbag, pretensioner seatbelt, rem ABS (Anti-lock Brake System), EBD (Electronic Brake Distribution) dan BA (Brake Assist) merupakan peralatan keselamatan standar.

Anda membutuhkan pedoman perbaikan buat Nissan Livina, klik disini.

Auto Shanghai 2013: Tampilan Perdana Yaris Terbaru


Meski berbagi platform dengan Vios, penampilan Yaris terbaru ini sangat berbeda dengan sang kakak. Utamanya tentu di bodystyle dan bentuk roofline.

Lampu depan sedikit lebih besar dari milik Vios. Langkah ini dibuat untuk mengekspos sepasang lampu proyektor yang terlihat keren itu. Bentuk rumah serta lampu kabut di bumper juga berbeda.

Pembeda lain, adalah grill yang menyatu dengan bumper. Bagian ini kemudian diberi kelir silver yang membuat Yaris terlihat seperti memiliki kumis.

Lampu belakang juga berbeda. Yaris terbaru memakai lampu berbentuk seperti huruf C atau bumerang. Model lampu ini tidak ditemukan di Yaris versi Jepang atau Eropa.

Namun, hal yang unik adalah pilar C. Para desainer Toyota memutuskan memberi kelir warna hitam pada bagian tersebut. Trik ini membuat atap Yaris terlihat melayang.

Mengintip bagian dalam mobil, terlihat kini kluster instrumen (speedometer dan tacho­meter) sudah berada di belakang setir. Layout dasbor tengah ternyata mirip dengan Vios yang kini beredar di Indonesia.

Kalau dibandingkan dengan pendahulunya, Yaris ini lebih panjang, lebar dan pendek. Ia kini memiliki panjang 4.133 mm (sebelumnya 3.750 mm), lebar 1.700 mm (1.695 mm) dan tinggi 1.440 mm (1.520 mm). Wheelbase juga ikutan melar dari 2.460 mm menjadi 2.550 mm.

Toyota masih menutup spesifikasi lainnya mengingat mobil ini baru akan meluncur di Cina pada 2014 nanti. Namun, diperkiraan ia akan tetap memakai mesin generasi sebelumnya, yaitu 1NZ-FE 1.500 cc VVT-i. Soalnya, Vios terbaru saja masih mempertahankan mesin lamanya itu.

Anda membutuhkan pedoman perbaikan buat toyota Yaris, klik disini.

Komparasi: Xenia R Sporty A/T vs Xenia R Sporty M/T


Daihatsu Xenia R Sporty A/T
Daihatsu Xenia tipe R bertransmisi otomatik dengan aksesori jenis Sporty diberi harga Rp 181,9 juta. Lebih mahal Rp 5,8 juta dari tipe serupa yang pakai pedal kopling.

Fitur standar yang dimiliki kedua mobil ini sama, yaitu 2 SRS Airbags, pretensioner seatbelt, jok tebal berdesain baru berbahan kain sampai aksen silver di beberapa bagian interior.

Begitu juga dengan aksesori yang dibawa. Keduanya pakai headunit 2 DIN dengan layar sentuh, pemutar DVD dan dibekali sistem navigasi. Kosmetik luarnya pun sama persis.

Perbedaan terbesar pada performa. Xenia R Sporty memakai transmisi otomatis 4AQ-D. Girboks ini juga ditemukan di karya bareng Daihatsu dan Toyota lain yaitu Terios/Rush.

Transmisi ini punya spesifikasi rasio gigi 2,731 (gigi 1), 1,526 (2), 1,000 (3) dan 0,696 (4) dengan rasio gigi akhir di gardan (final gear) 5,571. Kombinasi ini ampuh menolong saat berakselerasi dari keadaan statis maupun berjalan.

Sebagai catatan, Xenia transmisi otomatis mampu melaju 0-100 km/jam dalam hitungan 14,9 detik. Hasil yang lumayan buat mobil pengangkut 7 penumpang dengan mesin 1.298 cc dan klaim tenaga 92 dk.

Di jalan yang macet dan banyak menuntut aktivitas ‘stop and go’, transmisi ini beroperasi dengan tenang. Perpindahan gigi terasa halus dan minim entakan.

Sayang, resep ini punya konsekuensi tingginya raungan mesin mobil. Suara tersebut terdengar saat akselerasi maupun kala melaju konstan 100 km/jam pada putaran mesin 3.300 rpm.

Bila dibandingkan konsumsi bahan bakarnya, Xenia matik mesti angkat topi kepada Xenia manual. Pencapaian terbaik untuk rute dalam kota ‘hanya’ 10,8 km/liter.

Daihatsu Xenia R Sporty M/T
Daihatsu Xenia tipe R bertransmisi manual 5-speed dengan aksesori jenis Sporty diberi harga Rp 176,1 juta. Fitur standar dan aksesori yang didapat kedua mobil ini sama persis. Ketika berada di dalam akan sama-sama ditemukan headunit 2 DIN dengan layar sentuh, pemutar DVD dan dibekali sistem navigasi.

Perbedaan nyata baru terasa saat mobil berjalan. Mesin 1.298 cc bertenaga 92 dk terasa begitu responsif terutama di putaran bawah. Saking responsifnya, kita bisa dengan mudah mendapatkan gejala lonjakan tenaga mendadak bila tidak halus memainkan pedal gas.

Di kemacetan pun penyaluran tenaga mesin baru terasa kalem bila kita sangat halus mengatur pedal gas dan kopling. Memang pedal kopling Xenia tergolong ringan, tapi bila mesti menginjaknya berkali-kali di tengah kemacetan cukup menyiksa kaki kiri pengemudi.

Putaran mesin saat melaju 100 km/jam di angka 3.500 rpm. Ini angka yang cukup tinggi, walau bila dibandingkan generasi sebelumnya ini sudah 400 rpm lebih rendah. Catatan konsumsi bahan bakar di tol 16,6 km/l. Sementara untuk rute dalam kota Xenia manual bisa mencapai 12,1 km/liter. 

Anda membutuhkan pedoman perbaikan untuk Xenia/Avanza, klik disini.

Inilah Datsun Go, "Mobil Murah" Keluaran Datsun























Datsun GO mengusung desain hatchback lima pintu yang terlihat kompak dan lincah dengan dimensi lebar 1.635 mm, tinggi 1.485 mm, dan panjang 3.785 mm serta bodi yang ringan. Tampilannya atraktif dengan gril besar dan logo baru Datsun yang terpampang mencolok di tengahnya. Lampu depannya besar dan kaca depannya memiliki visibiltas yang luas.

Garis-garis tegas menghiasi sekujur bodi yang menegaskan kesan sporty dan lincah khas mobil-mobil lawas Datsun. Datsun menyatakan model-model mobil barunya bakal dikembangkan secara individual untuk pasar yang berbeda, tetapi konsepnya tetap akan mengikuti inspirasi secara umum.

Bodi belakang Datsun GO terlihat sangat dinamis dengan emblem GO yang kentara, lampu belakang yang besar dengan mini stop lamp di kaca belakang, serta logo baru Datsun yang terpampang di tengah bodinya.

Datsun Go adalah sebuah city car berpenggerak roda depan yang dibekali dengan mesin berkapasitas 1.200 cc yang dicomot dari Nissan March, dikawinkan dengan transmisi manual lima percepatan yang menawarkan waktu respon optimal dan kelincahan dalam lalu lintas yang padat.

Sisi interior Datsun GO menawarkan ruang kepala yang cukup dan konfigurasi tempat duduk yang luas, memberikan kenyamanan sempurna kepada lima penumpang.

Dashobard Datsun GO mengusung kelir two-tones yang atraktif, dengan desain minimalis dan posisi persneling yang nyaman, tampilan panel instrumen yang menarik dan roda kemudi yang kompak serta visibiltas tinggi pada kaca depan.

Bagi konsumen yang tidak ingin berpisah dengan musik favorit mereka, Datsun GO menawarkan solusi Mobile Docking Station yang sangat praktis untuk dapat dapat terhubung dengan hiburan di smartphone mereka.

Anda membutuhkan pedoman perbaikan buat mobil, klik disini

Inilah Tampilan Terbaru Honda Jazz


Setelah beredar di dunia maya, generasi terbaru Honda Jazz akhirnya menampakan diri. Honda membocorkan wajah All New Honda Jazz.

Mobil Honda Jazz terbaru akan dipasarkan di pasar mobil global termasuk Amerika Serikat. Di AS, generasi ketiga Jazz/Fit ini akan mulai beredar pada musim panas akhir tahun ini, atau setelah peluncuran resminya di Jepang pada September 2013 mendatang. Dan di awal tahun depan, Jazz hybrid baru bisa diluncurkan di pasar mobil AS.

Terlihat perubahan pada bagian depan dan belakang yang lebih sport. Garis-garis sampingnya lebih jelas dan terkesan elegan.

Honda melakukan banyak peremajaan karena untuk mengejar kesan mewah di kelasnya. Lampu depan contohnya. Lampu penerang itu dibuat sipit seperti Honda Civic. Sedangkan bagian belakannya banyak perubahan mulai dari bemper, stop lamp hingga duck tail.

Setelah Jepang dan Amerika, Honda Jazz terbaru akan dipasarkan di beberapa pasar mobil potensial salah satunya Indonesia.

Honda Jazz disokong mesin 1.300 cc injection dan 1.500 cc direct-injection. Mesin tersebut mengusung Honda Earth Dreams Technology.

Anda butuh pedoman perbaikan Honda All New Jazz, klik disini.

Test Drive: Ford Focus Hatchback 1.6

Selama ini kita hanya mengenal Ford Focus Hatchback bermesin 2.000 cc. Padahal, Focus tanpa bagasi juga memiliki varian bermesin 1.596 cc 4 silinder Ti-VCT serupa Fiesta hatchback 1.6 Sport AT. Tenaga yang diembuskan mencapai 125 dk pada 6.300 rpm dan torsi 159 Nm pada 4.000 rpm.

Baik Focus 1.6 dan Fiesta 1.6 mengandalkan transmisi otomatis 6-speed kopling ganda (DSG) yang dikenal efisien dalam menyalurkan tenaga. Tapi ternyata Focus 1.6 mencatat figur akselerasi 0-100 km/jam lebih lambat dari Fiesta 1.6. Ia hanya mampu mencatat waktu 13,07 detik, dibandingkan Fiesta 1.6 yang 10,80 detik.

Tidak bisa dimatikannya kontrol traksi dan bobot lebih berat sekitar 200 kg menjadi penyebab utama. Masih wajar pula mengingat Focus Hatchback 2.0 hanya mencatat waktu 10,01 detik.

Aplikasi transmisi pintar bertajuk Powershift memastikan mesin selalu bekerja di rentang putaran optimal. Bahkan di dalam kota ia lebih irit dari Focus 2.0 yang 9,25 km/l. Focus 1.6 hanya mengkonsumsi BBM 9,65 km/l. di luar kota, mesin lebih kecil membuatnya bekerja lebih keras dan wajib mengkonsumsi 16,85 km/l BBM, sedangkan Focus 2.0 cukup dengan 18,25 km/l.

Kenyamanannya mirip dengan Focus Hatchback 2.0. Cukup keras, terutama saat melalui jalan berlubang. Tapi terasa meyakinkan saat melewati jalan bergelombang. Guncangannya masih dapat diterima oleh tubuh.

Pengendalian merupakan nilai utama seluruh produk Ford. Dan ini berlaku pula pada Focus Hatchback 1.6. Kemudi dapat mengikuti kemauan pengendara dengan baik. Manuver cepat dapat dilakukan tanpa perlu khawatir mobil limbung. Bersinergi dengan posisi duduk pas dan nyaman, Focus Hatchback 1.6 sangat fun to drive.

Kenikmatan berkendara berlimpah tidak akan ada artinya tanpa tampilan luar memukau. Ia masih mengusung DNA serupa kakaknya. Tampang luar dinamis sejalan tema Kinetic Design. Lampu depan ala akuarium memamerkan kecantikan pola desain lampu beserta ornamen di dalamnya. Kisi gril tipis terlihat serasi dengan lubang udara besar dan kokoh di bumper depan. Pelek alloy 16 inci berbeda dengan milik 2.0 yang 17 inci.

Ke belakang, guratan dinamis dan kokoh sangat kentara. Kesan maskulin tergambar mulai dari pilar C, roof spoiler, lampu belakang atraktif, sampai dengan bentuk bumper yang berciri sporty. Sebuah mobil yang akan membuat mata siapa saja tertegun kagum.

Sayang, dasbor Focus Hatchback tidak mirip kakak­nya, melainkan Fiesta. Kesan mewah jadi kurang terasa. Memang tata letak tombol apik ala tuts ponsel masih dapat menggoda penglihatan. Apalagi motif piano-finished membuatnya tampil lebih berkelas.

Aroma kencang tergambar pada bentuk panel instrumen. Setir belum berlapis kulit namun terasa pas ketika digenggam. Memberi kontribusi pada kemudahan berinteraksi dengan ban. Steering switch membantu upaya pengemudi mengatur audio dengan kuali­tas memadai. Akomodasi bangku tengah terbilang sempit untuk mobil di kelasnya.

Fiturnya tidak selengkap kakaknya. Mungkin ini terkait dengan harga jual. Seperti Active Park Asssist dan Active City Stop yang dihilangkan dari daftar fitur. Tapi ia masih memiliki Dynamic Stability Control (DSC) dengan kontrol traksi, rem ABS+EBD+BA, Torque Vectoring Control, Active Grille Shutter, Ford SYNC® with advanced voice control system, Bluetooth®, dan sensor parkir belakang.