First Drive: Tata Vista

Tata Motors Indonesia mulai melakukan penetrasinya di pasar Indonesia dengan menghadirkan tiga produk baru sekaligus. Salah satunya, Tata Vista yang diharap-harap bisa berbuat banyak di segmen citycar atau hatchback.

Desain Jauh dari Kesan Mobil Jepang

Pabrikan India seperti Tata Motors, sepertinya punya gaya dan selera sendiri dalam mendesain sebuah mobil. Nah, kita yang terbiasa dikelilingi produk Jepang dan Korea, tentu akan sedikit aneh melihat Tata Vista.

Namun, secara umum, tampilannya tidak bisa dibilang jelek untuk diajak kongkow bareng. Apalagi sudah disematkan aerokit tambahan, juga spoiler belakang, sehingga membuat tampangnya oke diajak gaul.

Saat masuk kedalam kabinnya, nuansa interior dengan dua warna memang enak dipandang, hanya perpaduan warna pada dashbord yang krem dan emas pada panel-panelnya agak sedikit janggal dilihat.

Namun, fitur-fitur seperti audio double-din, dual airbags, juga rem ABS dan EBD, serta ruang bagasi seluas 232 liter, lebih dari cukup untuk sebuah hatchback asal India ini. Oya, meter cluster yang posisinya ditengahdashbord juga cukup menarik perhatian.

Posisi duduk dan kualitas busa kursinya juga oke, tidak terlalu empuk juga tidak terlalu keras. Visibilitas pandangan keluar pun cukup leluasa. Hanya saja, posisi stir sedikit bikin kagok, karena meski bisa dinaik-turunkan. Stirnya seperti terlalu dekat dengan dada pengemudi.

Akselarasi dan Handling Yahud

Mesin Safire 1.4 liter DOHC yang tertanam dibalik kap mesin, lumayan terdengar sampai di dalam kabin. Apalagi ketika melakukan akselarasi, suara derum mesin dan gemuruh ban masih jelas terdengar di dalam kabin. Tata Motors setidaknya harus membenahi sistem peredaman kabinnya agar semakin senyap.

Namun, urusan tenaga, mesin yang bisa menghasilkan power 90 dk dan torsi 116 Nm terbilang yahud. Dengan transmisi manual 5 speed, injakan pedal kopling yang enteng, membuat mobil ini praktis untuk melakukanstop and go di kemacetan. Akselarasinya cukup responsif, dan tenaga terus mengisi pada tiap-tiap perpindahan gigiya.

Poin plus pada Tata Vista yang juga dirasakan otomotifnet.com adalah handling dan redaman suspensinya yang yahud untuk mobil seharga Rp 129,9 juta ini.

Melewati jalan bumpy dan berlubang, serta polisi tidur yang kerap ditemui, tidak masalah. Sistem suspensinya dapat meredam setiap guncangan dengan baik. Sejurus dengan handlingnya yang juga ternyata asik diajak bermanuver. Cukup gesit dan presisi, serta stabil di kecepatan tinggi.

Harga Ekonomis

Meski pesaingnya disegmen ini cukup berat, sebut saja KIA Rio, Hyundai Grand Avega, bahkan Suzuki Swift, yang semuanya menggunakan mesin berkapasitas 1.4 liter, namun dengan harga Rp 129,9 juta ini Tata Vista bisa dijadikan pilihan untuk yang punya budget pas-pasan.

Hari Ini Toyota Fortuner Terbaru Meluncur

PT Toyota Astra Motor (TAM) kembali melakukan penyegaran pada lini produknya. Siang ini di Jakarta (3/9), TAM akan meluncurkan Toyota Fortuner terbaru.
Tidak banyak ubahan diberikan pada Toyota Fortuner terbaru ini. Model yang akan launching besok ini hanya mendapatkan sedikit sentuhan di luar. Seperti kap mesin dome yang lekukannya dibuat seirama dengan desain gril depan baru. Senada pula dengan desain lampu depan yang menyipit dan tampak agresif ketimbang pendahulunya.
Redesain juga tampak pada bentuk bumper depan, dengan guratan tegas dan sentuhan pada diffuser kokoh. Termasuk pemberian lampu DRL berbahan LED. Model TRD Sportivo mendapatkan desain pelek baru, termasuk pada spoiler depan dan belakang. Ke dalam, terdapat desain baru DVD serta tambahan monitor LCD untuk penumpang belakang.
Mesin juga tidak berubah. Unit 2.500 cc diesel bertenaga 144 dk dan torsi 350 nm masih menemani unit bensin 2.700 cc bertenaga 167 dk dan torsi 260 Nm. Pilihan transmisi juga masih manual 5-speed dan otomatis 4-speed.
Toyota Fortuner tipe 2.7 V A/T sebagai flagship model bensin akan dijual dengan harga Rp 500,65 juta. Sementara itu Fortuner termurah adalah tipe 2.5 G MT diesel dengan harga Rp 395,3 juta.

Honda Luncurkan Pesaing Avanza-Xenia di IIMS 2013


Pertama kali di dunia, Honda menampilkan prototipe Honda Mobilio di gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2013, di Jakarta.
World Premiere dari Honda Mobilio ini dilakukan langsung oleh Presiden Direktur sekaligus CEO Honda Motor Co Ltd Takanobu Ito pada hari pertama gelaran IIMS 2013. Honda Mobilio merupakan modellow multi purpose vehicle (LMPV) pertama Honda di Indonesia, sekaligus model pertama yang diciptakan Honda khusus untuk pasar Indonesia.
Segmen LMPV merupakan segmen otomotif dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia, mencangkup sekitar 32% dari seluruh totalmarket di tahun 2013.
Segmen ini diminati konsumen karena menawarkan mobil keluarga berkapasitas tiga baris yang memiliki harga lebih terjangkau, sangat ideal dengan karakter sebagian besar konsumen di Indonesia yang banyak menghabiskan waktu bersama keluarga maupun kerabat
Honda Mobilio disematkan mesin i-VTEC SOHC 1,5 liter, 16 valve, dan empat silinder. Mesin ini dikawinkan dengan dua pilihan transmisi, yakni manual 5-percepatan dan otomatis CVT.
Sejak awal, Honda Mobilio dirancang sebagai model yang tidak hanya memenuhi semua yang dibutuhkan dari sebuah LMPV, namun dapat membawa standar kualitas tinggi dan performa sporty yang menjadi ciri khas produk Honda.
Untuk mencapai hal tersebut, Honda melakukan riset terhadap konsumen di Indonesia, kondisi jalan, serta penggunaan mobil demi memastikan bahwa Honda Mobilio benar-benar sesuai dengan kebutuhan konsumen di Indonesia.
Hasil riset tersebut, lanjut Jonfis, dituangkan dalam desain dan fitur-fitur yang ditawarkan Honda Mobilio. Dimensi mobil sepanjang 4,39 meter merupakan ukuran ideal untuk menciptakan kabin yang lapang, namun tidak menyulitkan saat parkir.
Ground clearance yang tinggi (185mm) memberikan kenyamanan dan keyakinan berkendara untuk konsumen di berbagai kondisi jalan di Indonesia. Selain itu, jarak sumbu roda atauwheelbase sepanjang 2.650 mm serta tinggi yang optimal menghasilkan tingkat manuver sekaligus stabilitas yang baik.
Dimensi yang dirancang dengan sangat teliti tersebut, ditambah desain yang dinamis, tenaga mesin terbesar di kelasnya, serta efisiensi bahan bakar yang tinggi menghasilkan paket yang sangat kompetitif bagi Honda Mobilio.
Pihak HPM berencana bakal memasarkan Mobilio pada tahun 2014 mendatang. Nantinya akan ada dua tipe Mobilio yang akan beredar, yakni tipe S dan tipe E. Untuk yang dipamerkan di IIMS 2013 ini adalah Mobilio tipe S.
Pada ajang IIMS 2013 ini juga konsumen sudah dapat melakukan pemesanan terhadap model Honda Mobilio ini. Adapun kisaran harga yang ditawarkan oleh Honda kepada konsumennya adalah Rp150 juta hingga Rp180 juta.

Inilah Spesifikasi Datsun GO+, MPV Terbaru dari Datsun

Datsun GO+ dikembangkan menggunakan platform Datsun GO. Oleh para insinyur Datsun, tubuh GO dimelarkan hingga bisa mengangkut 7 penumpang. Jadilah GO+ yang dalam bahasa Datsun disebut MPV 5+2. Nah, sekarang mari kita simak spesifikasi MPV penantang Toyota Avanza, Daihatsu Xenia 1.3, dan Chevrolet Spin 1.2.

Mesin
Datsun GO+ mengandalkan mesin serupa milik Nissan March. Unit 1.198 cc 3-silinder 76 dk mendapatkan penyesuaian di setting komputer dan beberapa bagian internal mesinnya.
Untuk mereduksi beban kerja mesin, GO+ juga menyematkan Electronic Power Steering (EPS). Saat ini hanya ada pilihan transmisi manual 5-speed.

Dimensi
Dimensi bodi Datsun GO+ sangat kompak. Panjang 3.995 mm, lebar 1.635 mm, dan tinggi 1.485 mm. Bodi kompak jelas mendukung mobilitas di jalan kota.

Meski begitu, wheelbase-nya 2.450 mm. Racikan wheelbase yang cukup jauh ini mestinya mampu menambah kelegaan kabin.

Eksterior
Oleh karena memakai platform yang sama, tak heran wajah Datsun GO+ mirip dengan Datsun GO. Ia terlihat memikat dengan desain bodi tegas dan kokoh. Tampak Datsun cukup menguasai selera konsumen Low MPV di Indonesia.

Ditarik ke belakang, siluet tubuhnya sepintas mirip Nissan Grand Livina yang halus dan minim lekukan tegas. Secara keseluruhan, desain luar GO+ lumayan memikat.

Interior
Bagian dalam Datsun GO+ terlihat sederhana. Namun, di sini terdapat 3 hal unik.
Pertama, bangku depan diproyeksikan bisa mengangkut tiga orang. Hal yang tidak biasa buat mobil segmen Low MPV di negara ini.

Kedua, Datsun tidak memasang sistem audio di GO+. Mereka menerapkan teknologi yang disebut Datsun Mobile Docking Station. Jadi Anda bisa langsung menghubungkan smartphone atau gadget dengan GO+ ini. Sebuah solusi praktis dan murah.

Ketiga, transmisi manual Datsun GO+ dibuat menggantung. Tujuannya untuk memberikan ruang kaki tambahan.

Datsun Akan Meluncurkan 2 Mobil Baru di Jakarta


Datsun akan meluncurkan 2 mobil baru di Jakarta sore ini. Model pertama berjenis Hatchback yang dipanggil Datsun Go. Mobil ini sudah tampil perdana di India beberapa bulan lalu. Namun, untuk pasar Indonesia spesifikasi kendaraan berbeda dan kualitasnya lebih bagus.
Model kedua adalah MPV yang bakal menjadi bintang utama pada peluncuran sore nanti. Soalnya, ini merupakan penampilan pertama Datsun MPV di dunia.
MPV ini mengambil basis dari Datsun Go. Ia dibekali 3 baris tempat duduk dan mampu mengangkut 7 penumpang. Untuk jantungnya mengandalkan mesin 3-silinder 1.200 cc yang serupa dengan milik Nissan March.
Datsun Go MPV ini akan berhadapan dengan Toyota Avanza 1.3, Daihatsu Xenia 1.3 dan Chevrolet Spin 1.2. Ia akan menjadi pilihan menarik bagi konsumen Indonesia. Apalagi Datsun menargetkan akan mematok harga jual Go MPV di angka Rp 100 jutaan.
Datsun Go MPV ini dikembangkan dan diproduksi di Indonesia dengan dukungan penuh dari Nissan Motor Company. Keputusan ini tampaknya diambil karena pasar terbesar di Indonesia adalah MPV.

Honda Jazz/Fit Generasi Terbaru di Luncurkan


Honda akhirnya meluncurkan generasi baru dari hatchback andalan mereka, Honda Fit/Jazz. Generasi ketiga dari mobil populer ini diharapkan akan tetap menghentak dunia otomotif.

Honda Fit yang di Indonesia bernama Honda Jazz pertama kali diperlihatkan pada 2001 yang langsung menghentak pasar, bukan hanya pasar Jepang, tapi juga pasar dunia.


Kini, Honda kembali menghadirkan generasi ketiga dari Fit yang memiliki tampang lebih sporty baik dalam versi konvensional maupun hybrid. Garis tajam tampak masih menjadi ciri khas Fit dimana alur desain grille tampak mengalir ke headlamp yang bersudut tajam.

Desain bumper yang cukup besar juga menjadikannya tampak sporty, terlebih ditambah garis body di samping yang cukup menarik perhatian.

Mesinnya diklaim merupakan mesin 1.3 liter terbaru yang di desain untuk memperlihatkan tingkat efisiensi tinggi. Honda mengklaim kalau mesin ini mampu menunjukkan efisiensi sampai 26 km/liter. Keiritan juga bakal diperlihatkan pada mesin 1.5 liter namun tidak dijelaskan berapa angka efisiensinya.

Pada versi hybrid, Honda bahkan berani mengklaim kalau mobil itu bisa irit sampai 36,4 km/liter.

Di Jepang, model ini berhasil terjual sampai 2 juta unit sejak 2001 dan lebih dari 4,87 juta unit di 123 pasar global yang dimasukinya. Sementara di Indonesia selama 2013 ini Jazz sudah terjual sebanyak 20.833 unit dan menjadi salah satu mobil terlaris Honda di Indonesia.

Test Drive: Outlander Sport PX A/T vs Outlander Sport GLX M/T


Di antara pilihan produk Outlander Sport, PX adalah trim termewah. Beberapa fitur unggulan dijejalkan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) untuk menegaskan statusnya sebagai flagship.

Lihat saja atap panoramic dan tombol Start-Stop, itu semua cuma ada di versi PX. Begitu juga dengan paddle shift dan lampu utama HID yang eksklusif untuk PX.

PX juga sudah dilengkapi transmisi otomatis canggih kebanggaan Mitsubishi,  INVECS III. Ini merupakan girboks CVT dengan Sport Mode. Powertrain ini mengklaim kehalusan mengantar tenaga namun tetap piawai melayani ambisi pengemudi saat berakselerasi.

Kala berjalan, kinerja khas CVT langsung terlihat. Kecepatan meningkat tanpa disertai entakan yang biasa muncul pada girboks matik konvensional.

Akselerasi pun tak bisa diremehkan karena ia mencetak waktu 10,7 detik untuk sprint 0-100 km/jam. Tak buruk mengingat selisihnya cuma kalah 1 detik dari Outlander Sport bertransmisi manual. Konsumsi BBM dalam kota ada di figur 9,2 km/l. Sedangkan rute tol diselesaikannya dengan catatan 14,8 km/l.

Kebalikan dengan PX, GLX adalah varian paling murah yang dimiliki keluarga Outlander Sport. Salah satu tugasnya adalah ‘menjemput’ prospect buyer Outlander Sport yang berbudget lebih terbatas.

GLX pula yang menjadi satu-satunya varian dengan transmisi manual. Begitu popularnya PX dan GLS, bisa jadi tak banyak orang yang tahu kalau Outlander Sport sebenarnya juga punya opsi bertransmisi manual di GLX.

Girboks manual Outlander adalah unit 5 percepatan dengan rasio final gear 4,235. Cukup kasar sehingga ada satu hal yang bisa diharapkan, yakni tarikan bawah lebih galak untuk berakselerasi.

Saat dilajukan, kami segera terpukau pada entengnya tekanan pedal kopling. Memang tidak sampai senyaman unit matik yang membuat kaki kiri bebas total, tapi ringannya pedal kopling ini sungguh menolong terutama saat macet. Bukan cuma itu, pergeseran tuas perseneling pun terasa enteng. Shifting mudah dan sangat jarang terjadi missed gear.

Dengan output dari mesin sama, 150 dk – 197 Nm, Outlander Sport manual lebih kencang dibanding matik. Ia berakselerasi 0-100 km/jam dalam tempo 9,7 detik. Ketiadaannya segala kontrol traksi atau stabilitas membuat ban mudah sekali spin jika pedal gas diinjak kasar.

Di ranah konsumsi BBM juga begitu, Outlander Sport manual menoreh hasil lebih baik dibanding model otomatisnya. Rute dalam kota hadir dengan catatan 10,1 km/l sedangkan tol 15,1 km/l.

Anda membutuhkan pedoman perbaikan buat Mitsubishi, klik disini.