Showing posts with label spare part mobil. Show all posts
Showing posts with label spare part mobil. Show all posts

Segera Hadir Honda CR-V Bermesin Diesel

Honda tidak lama lagi akan menambah varian CR-V dengan memberikannya mesin diesel berkapasitas 1.6 liter. Kelahiran Honda CR-V dengan mesin tersebut akan segera dilakukan Honda di bulan Maret mendatang. 

Dengan mesin diesel 1.6 liter i-DTEC, jajaran CR-V pun akan makin marak setelah sebelumnya Honda hanya menyediakan mesin 2.0 liter, 2.2 liter dan 2.4 liter. Dengan begitu, CR-V ini akan menjadi keluarga dengan mesin terkecil.

Mesin diesel 1.6 liter i-DTEC yang digendong mobil ini adalah mesin yang sama dengan yang digunakan oleh Civic dan akan dikawinkan dengan sistem penggerak dua roda saja.

Honda mengklaim kalau mesin ini adalah mesin teringan di kelasnya dan akan membantu CR-V menyajikan performa tapi dengan biaya operasional yang lebih rendah.

Inilah Recall Mobil Terbesar yang Pernah Terjadi

Penarikan produk bermasalah (recall) adalah hal yang jamak dalam industri otomotif. Untuk menghindari kecelakaan lantaran cacat produksi atau komponen yang bermasalah, recall kendaraan mutlak untuk dilakukan.

Seperti yang terjadi pada pekan terakhir Januari ini, saat Toyota Motor Corp menarik 1,29 juta unit sedan Corolla dan Matrix di Amerika. Airbag pada sedan-sedan tersebut tak bisa mengembang kala terjadi tabrakan sehingga pengemudi berisiko mengalami luka berat atau tewas.

Berikut penarikan produk bermasalah dalam jumlah besar yang pernah terjadi:

1. FordPeriode recall : 1981Jumlah kendaraan yang ditarik : 21 juta unit
Varian yang bermasalah : Ford Mercury, Ford Lincoln
Komponen bermasalah : transmisi dan indikator posisi gigi
Kasus : saat diparkir, indikator transmisi mobil tersebut tidak menunjuk pada posisi "park". Rupanya gerigi pada gear box mobil-mobil tersebut lekas aus dan tidak presisi.

2. General MotorsPeriode recall : 1971Jumlah kendaraan yang ditarik : 6,7 juta unit
Varian yang bermasalah : mobil-mobil buatan 1965-1970
Komponen bermasalah : dudukan (mounting) mesin
Kasus : lantaran masalah ini, posisi mesin bisa berubah tiba-tiba. Kebanyakan kasus yang terjadi adalah mesin terangkat dari posisinya semula. Hal ini jelas memicu kerusakan pada komponen lain.

3. ToyotaPeriode recall : 2007-2010Jumlah kendaraan yang ditarik : 5,7 juta unit
Varian yang bermasalah : Toyota Camry dan Lexus ES 350
Komponen bermasalah : karpet
Kasus : karpet mobil ini menghalangi kinerja pedal gas dan rem. Akibatnya pengemudi kesulitan mengendalikan kendaraan. Gara-gara karpet yang lengket, gas dan rem sering macet.

4. HondaPeriode : 1995Jumlah kendaraan yang ditarik : 3,7 juta unit
Varian yang bermasalah : Honda Accord, Honda Prelude dan Honda Civic
Komponen bermasalah : sabuk pengaman
Kasus : kepala sabuk pengaman (belt buckle) sulit dilepaskan dan gampang rusak. Resiko kematian dan luka berat pun membayangi para pengemudi.

5. VolkswagenPeriode : 1972Jumlah kendaraan yang ditarik : 3,7 juta unit
Varian yang bermasalah : mobil-mobil buatan tahun 1949-1969
Komponen yang bermasalah : Wiper
Kasus : baut pengencang wiper tak terlalu kuat sehingga komponen tersebut gampang lepas. Resiko kecelakaan saat hujan atau hujan salju pun meningkat.

Efek Buruk Jika Mobil Sering Dikendarai dalam Kecepatan Rendah

Sering berkendara dalam kecepatan rendah ternyata berpotensi membuat mesin mobil Anda mengeluarkan suara ngelitik atau knocking. 

Saat berkendara dalam kecepatan rendah, bisa mengakibatkan penumpukan kerak karbon lebih cepat. Dimana aliran pembuangan gas bekas dan sisa pembakaran lebih lambat dibanding pada kecepatan tinggi. Apalagi jika memakai bahan bakar yang rendah oktan. Ini bisa membuat mesin kendaraan menjadi ngelitik.

Dalam kecepatan tinggi, pembuangan menjadi lebih kencang. Sementara kecepatan rendah itu pembuangannya lebih lambat, sehingga penumpukan kerak itu bisa lebih cepat terjadi. Mengakibatkan ruang bakar tidak membakar karbon dengan sempurna.

Inilah salah satu penyebab ngelitik selain penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan.

Ngelitik bisa terjadi pada semua kendaraan yang bermesin bensin, karena bahan bakar bensin mengandung olefin/diolefin dan aromatic.

Senyawa-senyawa kimia inilah salah satu penyebab terbentuknya deposit karbon, dimana zat-zat tersebut memiliki kestabilan panas yang tidak begitu tinggi, yang dapat menjadi deposit jika terekspos pada suhu tinggi.

Tips Ganti Lampu Halogen saat Musim Hujan

Berkendara di musim hujan jarak pandang pengemudi jadi terbatas, apalagi jika hujannya deras dan malam hari. Visibilitas pengemudi bertumpu pada lampu yang digunakan di mobilnya.

Pasalnya, ada lampu yang penerangannya bagus ketika digunakan dalam keadaan normal, namun kurang mumpuni manakala hujan turun. Misal daya sorot cahaya tidak dapat menembus hujan deras, sorotan cahaya ke aspal yang basah tidak memberi penglihatan yang baik.

Lalu lampu halogen seperti apa yang pas digunakan untuk kondisi hujan, jika kebetulan lampu standar putus dan ingin diganti? Apa yang mesti diperhatikan?

Yang umum di mobil standar adalah 60/55W, 60 watt untuk lampu jauh dan 55 watt lampu dekat. Sebetulnya untuk kondisi hujan, lampu dari pabrikan sudah cukup. Mengenai mengganti lampu dengan watt lebih besar tentu lebih baik, namun hati-hati, apakah rumah lampu mobilnya lebih kuat. Lampu lebih terang, berarti juga lebih panas. Rumah lampu atau reflektor juga kabel bisa rusak gara-gara kepanasan oleh bohlam. Watt boleh naik, asal jangan terlalu banyak.

Sebaiknya kalau hendak ganti lampu jadi lebih terang, pilih lampu yang punya watt standar tetapi bisa menghasilkan cahaya lebih terang. Dalam kondisi cuaca hujan dianjurkan menggunakan lampu yang lebih terang supaya lebih safety dalam berkendara. Tetapi pilih warna cahayanya jangan yang terlalu putih.

Di pasaran banyak bohlam lampu yang berlapis (coating) warna kuning atau pelangi untuk segala cuaca. Ada lampu segala cuaca yang sinarnya mengandung warna ungu. Sehingga dapat menambah daya penglihatan saat hujan. Dari segi safety, saat hujan lampu depan juga berguna agar pengemudi lain bisa melihat mobil kita tapi juga sinar lampu jangan membuat silau pengemudi lain.

Pengendara Mobil Wajib Perhatikan Ini Saat Musim Hujan


Belakangan ini curah hujan makin meningkat. Intensitas hujan yang semakin tinggi juga mengakibatkan banjir di beberapa wilayah di Indonesia. Nah agar tetap berkendara dengan aman dan nyaman saat hujan turun, ada baiknya para pengendara mobil melakukan pengecekan beberapa komponen pada mobilnya. Terutama komponen yang memiliki peran penting saat berkendara dalam cuaca hujan. 


Ada beberapa komponen di mobil yang memiliki peran penting dan sensitif saat terjadi turun hujan. Seperti sistem penerangan pada mobil seperti lampu depan, belakang, sein dan lampu kabin.

Sistem penerangan seperti lampu depan dan belakang sangat penting ketika berkendara saat hujan. Karena dengan adanya pencahayaan dari lampu depan pandangan akan tetap terlihat dan lampu belakang sebagai tanda kepada mobil di belakang atau sekitarnya.

Faktor kedua yakni periksa kondisi atau fungsi rem pada mobil Anda. Karena rem merupakan faktor yang paling penting. Saat musim hujan seperti ini rem sering mengalami masalah, baik macet ataupun sering menimbulkan bunyi-bunyi. Biasanya kalau abis hujan atau kerendem air rem suka bunyi. Itu disebabkan karena masuknya kotoran.


Selain itu rem juga terkadang tidak berfungsi normal jika sudah terendam oleh air. Jadi ada baiknya Anda mengeceknya. Pengecekannya bisa dilakukan sendiri yakni dengan cara menginjak-injak pedal rem. Kalau diinjak saat mesin mati biasanya pedalnya masih terasa tinggi. Tapi kalau mesin sudah nyala biasanya pedal rem akan turun sedikit. Kalau seperti itu masih normal, tapi kalau tidak seperti itu harus sudah diganti atau dicek ke bengkel terdekat.

Untuk rem belakang biasanya jarang terjadi macet tapi langsung bocor, tapi kalau rem depan pasti macet karena adanya kotoran yang masuk di break master.

Komponen ketiga yakni wiper. Pastikan wiper berfungsi dengan baik. Periksa karet wiper apakah masih layak atau tidak. Sebab kalau sudah tidak layak kinerjanya akan menurun. Apalagi kalau karetnya sudah keras. Itu sudah pasti fungsinya tidak akan maksimal dan dapat merusak kaca karena karet yang sudah keras dapat membuat lecet pada kaca mobil. Itu otomatis juga dapat mengganggu pandangan pengemudi saat mengemudikan mobil di musim hujan.


Artikel Terkait: 
Tips Ganti Lampu Halogen saat Musim Hujan
Hindari Menggunakan Open Air Filter Kala Hujan