Showing posts with label otomotif. Show all posts
Showing posts with label otomotif. Show all posts

Inilah Rahasia Pembuatan Mobil Murah

Secara garis besar, mobil terbagi dalam 3 bagian, yakni mesin, bodi, dan interior. Dari situlah dilakukan pengembangan-pengembangan.

Mesin
Biaya terbesar pengembangan mobil adalah mesin. Makanya Daihatsu melakukan banyak inovasi pada mesin berkode 1KR-DE ini. Salah satunya adalah dengan menyatukan exhaust manifold dalam kepala silinder. Catalytic converter (CC) dibuat lebih kecil dan posisinya lebih dekat ke mesin, sehingga tidak memerlukan pemanas agar dapat mencapai suhu kerja.    

Filter oli Ayla disatukan dengan blok silinder. Selain itu, material rumah penampung oli diganti dari aluminium menjadi pelat biasa. Biaya permesinan pelat besi lebih murah dari aluminium. Itupun dengan kekuatan menahan benturan lebih baik.
 
Tutup kepala silinder Ayla diganti dari besi menjadi plastik PVC. Termasuk jumlah baut pengikat kepala dan blok silinder dikurangi dari 15 buah menjadi 13 buah. Tentu dengan tetap memperhitungkan kualitas.

Kecuali Honda Brio Satya, se­­mua produk LCGC tanpa tek­no­logi katup variabel. Obyektif utamanya adalah menekan bia­ya produksi. Positifnya, mesin men­jadi lebih kompak, ringan, dan efektif dalam menghasilkan tenaga.

Pendekatan pada mesin bisa berbeda antar pabrikan. Seperti Datsun GO dan GO+ yang menggunakan mesin Nissan March. Namun cost reduction tidak bisa lepas dari parameter utama, yaitu tenaga, torsi, noise vibration harsh (NVH), dan konsumsi BBM.

Bodi
Toyota-Daihatsu Agya-Ayla mengaplikasikan material High Tensile Strong Steel Sheet sebagai panel bodi. Bahan ini lebih ringan 40% dari baja biasa dan lebih ta­han karat. Makanya, proses anti karat juga dapat dikurangi.

Profil bodi dibuat lebih minimalis dan tanpa guratan tajam. Upaya tersebut membuat proses permesinan menjadi lebih simpel dan cepat. Cost untuk tools dan produksi dapat dihemat.

Bodi termasuk kaki-kaki tidak mendapatkan banyak sentuhan karena berkaitan dengan safety. Makanya teknologi bodi GOA ala Toyota masih diterapkan. Sedikit sentuhan ada di power steering elektrik yang hemat komponen mekanis ketimbang hidraulis. Ter­masuk wiper tunggal pada GO.

Interior
Hal terpenting yang harus dipenuhi adalah kebutuhan dasar pemilik mobil. Salah satu pendekatan APM adalah dengan mengeluarkan model basic dengan fitur ‘secukupnya’.

Daihatsu Ayla tipe D paling irit karena tanpa foglamp, power steering, power window, audio, dan AC. Sementara Datsun GO hanya menyediakan dongle untuk koneksi dengan gadget. GO juga tidak dilengkapi kunci bagasi. Ketiganya menggunakan pelek besi dan rumah spion hitam. Bahkan Ayla dan Suzuki Karimun Wagon R bumpernya dicat hitam.

Panel pintu juga dibuat ringkas tanpa banyak lekukan. Mirip mobil di era 1980-1990an. Bahan plastik mendominasi kabin. Sementara dasbor dipangkas jarak­nya dari kaca depan. Keuntungan lainnya, kabin terasa lega.

Anda melihat instrumen digital lebih canggih ketimbang analog? Jawabannya bisa ya. Tapi panel instrumen digital juga mampu menekan biaya produksi karena mengurangi komponen mekanis. Makanya, selain kecepatan dan putaran mesin, info lain dibuat digital.

Jangan remehkan biaya pro­duksi bangku mobil. Karena selain kenyamanan, kepraktisan, dan estetika, faktor safety memegang peran sangat penting dalam proses pembuatan jok.
Meski mobil LCGC bahan bangkunya terlihat biasa saja, tapi sudah melalui tahap peng­ujian terhadap goresan, api, dan air.

Upaya mengurangi biaya produksi dilakukan pada desain bangku yang cenderung rata, baik pada alas ataupun sandar­an. Penggunaan busa berkurang dan proses pembuatan kian ringkas.

Cermati Hal Ini Sebelum Pakai Mobil Rental

Jenis kebutuhan menyewa mobil bisa berbeda-beda, misal ingin tamasya ke luar kota bersama keluarga, kurang cocok pakai sedan karena daya tampung terbatas, maka pinjam MPV atau SUV. Beda lagi kalau buat kendaraan pengantar pengantin, nah kalau ini paling diincar sedan mewah.
 
Apapun jenis mobil yang diinginkan, peminat setidaknya harus mengerti apa saja yang mesti dipahami sebelum menggunakan mobil rental. 
 
Berikut tips ringan yang bisa diikuti saat ingin meminjam mobil sewaan.

1. Tentukan perusahaan penyedia jasa sewa mobil yang sudah dikenal dan terpercaya. Tanyakan juga soal asuransi penumpang sekaligus mobil.

2. Pahami perjanjian sewa, apa yang boleh dilakukan, dan hindari yang tidak diperbolehkan.

3. Pilih mobil yang sesuai kebutuhan seperti kapasitas penumpang (sedan, MPV, SUV,  atau bus), mesin, transmisi (manual atau matik), sesuaikan dengan dana yang tersedia.

4. Pastikan kelengkapan kendaraan tersedia, seperti STNK, kunci, ban cadangan, P3K, dan yang lain.

5. Periksa kondisi fisik mobil, bandingkan dengan STNK (pelat nomor, warna, dan model), periksa juga kondisi pelek dan ban, sistem penerangan, klakson, dan alat keamanan seperti kunci stir dan alarm. Selain untuk keselamatan, pemeriksaan perlu agar terhindar dari klaim kerusakan yang tidak kita lakukan.

Kenali rute perjalanan yang dipilih dan cari informasi lokasi bengkel servis sesuai merek mobil.

Tes Drive: Daihatsu Ayla Termurah

Postur mengotak membuat wajahnya tidak terlalu eye-catching. Meski begitu, desain bumper kokoh cukup untuk menunjukkan potensinya. Selain untuk membedakan dengan Toyota Agya sebagai saudara kembar.

Bodi minimalis tanpa banyak guratan. Pelek masih besi dan ditutup dop. Ke belakang, desain lampu membuat tampangnya lebih memikat. Pun dengan bentuk tubuh yang cukup pas dan enak dilihat.
 

Memang dimensinya hanya 3.600 x 1.600 x 1.520 mm (PxLxT). Tapi Daihatsu membuat ruang mesin menjadi kompak. Positifnya, kabin Ayla terbilang luas untuk sebuah city car. Belum lagi desain dasbor yang ringkas membuat kabin terasa lapang.

Desain dasbor minimalis. Audio single-DIN sudah dilengkapi koneksi USB dan AUX-IN. Panel instrumen tak kalah sederhana. Tanpa penunjuk putaran mesin dan hanya ada speedometer besar di tengah. Di bawahnya terdapat beberapa info penting. AC sudah terdapat di tipe ini.

Posisi duduk pengemudi cukup tinggi sehingga menyajikan visibilitas keluar memadai. Tetap nyaman dan memberikan posisi duduk yang pas. Dukungan power steering elektrik membuat manuver terasa mudah. Bersinergi dengan bodi kompak, Ayla sangat pas untuk kaum hawa.

Sayang konsol boksnya kerendahan. Cukup sulit ketika akan menjangkau cup holder di depan. ketiadaan pegangan tangan di atap menyulitkan saat mobil manuver cepat. Tuas transmisi panjang menjaga pengemudi agar tetap mudah menjangkaunya.

Kabin belakang Ayla terasa sangat luas. Selain karena dimensi kabin, menipisnya sandaran bangku menyumbang kesan lapang. Termasuk pula alas jok belakang yang panjangnya dikurangi. Sedikit rendah, tapi tetap nyaman ketika diduduki. Bagasi Ayla juga termasuk sangat lega di kelasnya.

Mesin 998 cc 3-silinder Ayla bertenaga 65 dk di 6.000 rpm dan torsi 88 Nm di 3.600 rpm. Sebagai penerus tenaga digunakan transmisi matik 4-speed.

Suara mesin terdengar cukup jelas di kabin. Termasuk desingan khas mesin 3-silinder. Respons mesin di putaran bawah terasa memadai untuk mobil seberat 765 kg. Ditambah rasio final gear 4,485, Ayla terasa pas saat kondisi ‘stop and go’.

Hal tersebut tercermin dari figur akselerasi Ayla. Si mungil ini sanggup menuntaskan akselerasi 0-100 km/jam hanya dalam tempo 16,53 detik. Akselerasi di kecepatan menengahnya juga cukup memadai. Ayla terasa menyenangkan di jalan dalam kota.

Keunggulan tersebut berkorelasi positif dengan konsumsi BBM dalam kota. Memang, teknologi mesin dan transmisinya masih konvensional. Tapi ia sanggup mencatat konsumsi BBM dalam kota 13,5 km/l.

Di rute tol, mengandalkan mesin 3-silinder dengan kapasitas kecil, membuatnya kesulitan saat cruising. Walau tanpa takometer, kami merasa putaran mesinnya di kecepatan 100 km/jam cukup tinggi. Ia pun hanya mencatat konsumsi BBM 18,5 km/l di tol.
 


Ayunan suspensi Ayla juga cukup empuk. Wheelbase 2.450 mm membantu meningkatkan kenyamanan. Sayang, bobot mobil ringan membuatnya menimbulkan kegaduhan saat melewati speed trap.

Sementara untuk pengendalian, jangan terlalu berharap banyak darinya. Potensi limbung mudah terdeteksi. Penggunaan ban 155/80 R13 kian membatasi kelincahannya di jalan.

Namanya juga model paling ekonomis, fitur Ayla tipe M terbilang ‘sangat pas’. Power window sudah ada. Tapi spion samping tanpa pengatur elektrik. Tidak ada foglamp atau sensor parkir.

Mobil-Mobil Jenis Ini Paling Sedikit Mengalami Masalah

Ketika membeli dan akhirnya menggunakan mobil baru, mobil berjenis apa yang paling sering mengalami masalah di Indonesia? Jawabannya adalah mobil berjenis Van, sementara mobil berjenis MPV dan SUV paling sedikit mengalami masalah. 

Setidaknya, itulah hasil laporan dari Indonesia Initial Quality Study (IQS) yang digelar JD Power Asia Pasifik. Dalam siaran persnya, pemilik MPV dan SUV paling sedikit mengalami masalah dengan kendaraannya, sementara pemilik kendaraan van mengalami paling banyak masalah. 

Di antara berbagai sistim kendaraan yang dievaluasi dalam studi ini, masalah terkait pengalaman berkendara merupakan masalah yang paling banyak disampaikan, diikuti oleh masalah dengan mesin dan transmisi. 

Pada tingkat gejala masalah yang lebih spesifik, rem bergetar adalah masalah yang paling banyak dikeluhkan, diikuti oleh rem yang berisik. 

Sepertiga (33%) pemilik yang tidak memiliki masalah dengan kendaraan barunya mengatakan bahwa mereka akan merekomendasikan model kendaraannya kepada keluarga dan teman, sementara hanya 20 persen pemilik yang mengalami dua atau lebih masalah mengatakan akan merekomendasikan model kendaraannya. 

Hal yang sama juga terlihat dalam hal rekomendasi merek kendaraan. Lebih dari dua per tiga (68%) pemilik mengatakan bahwa kendaraan yang dibelinya merupakan kendaraan pertama mereka. 

Dengan mempertimbangkan bahwa kebanyakan pemilik kendaraan di Indonesia baru pertama kalinya membeli kendaraan baru, rekomendasi dari mulut ke mulut menjadi faktor penting yang berpengaruh dalam proses pembelian. 

Merek-merek yang dapat membuat kendaraan berkualitas tinggi yang melebihi harapan konsumen dapat memetik keuntungan dari rekomendasi positif dari pemilik kendaraan yang puas.

BMW 5 Series Terbaru Resmi Ngaspal di Indonesia

Lima varian terbaru BMW Seri 5 resmi diluncurkan di Indonesia, yakni BMW 520i Modern, BMW 528i Luxury, BMW 535i M Sport, BMW 520d Modern, dan BMW M5. Masing-masing rentang harganya Rp 858 juta - Rp 2,1 miliar off the road.

Sejak diluncurkan pertama kali, BMW Seri 5 telah diakui secara global untuk kualitas terbaik dari berbagai aspek, kedinamisan, sampai penampilan yang menawan.

Sama seperti yang hadir di Eropa, BMW Seri 5 terbaru menonjolkan desain sporty. Lipatan ekstra pada bagian apron, lampu belakang LED yang lebih ramping, turut mempertegas aura sport dari BMW 5 Series terbaru.

Dari sisi teknologi, BMW Seri 5 terbaru ini menggunakan layar display 10,2 inci dibagian dalam lengkap dengan Navigation System, iDrive Touch, ConnectedDrive, TV, DVD serta USB. Semua perangkat ini disambungkan ke speaker Harman Kardon Surround Sound.

BMW 520i Modern diperkuat mesin 1.997 cc TwinPower Turbo berdaya 184 dk dengan torsi 270 Nm. BMW 528i Luxury berbekal mesin 1.997 cc 245 dk 350 Nm. BMW 535i M Sport menggunakan mesin 2.979 cc 306 dk 400 Nm. Sementara BMW 520d Modern masih menggunakan mesin diesel 1.995 cc 184 dk 380 Nm. Terakhir ada BMW M5 yang dibekap mesin 4.395 cc V8 TwinPower Turbo 560 dk 680 Nm.

Komparasi Mobil-Mobil Murah (LCGC)


Untuk mereka yang belum punya mobil atau pemilik sepeda motor ingin beralih ke mobil, kini sudah tersedia mobil murah alias LCGC. Pilihannya pun banyak, ada empat merek, yakni Toyota Agya, Daihatsu Alya, Honda Brio Satya, dan Suzuki Wagon R.

Ini tentu akan membingungkan dalam menjatuhkan pilihan. Berikut gambaran mengenai kondisi keempat kendaraan, yakni Agya TRD matik (A/T), Brio Satya S manual (M/T), Alya X A/T, dan Wagon R GX M/T yang ditinjau dari berbagai sisi sesuai dibutuhkan pemakainya.

Performa
Calon konsumen LCGC membutuhkan performa yang baik ketika berada di kecepatan rendah serta menengah. Sebab, pada kebanyakan rute perkotaan yang padat lalu lintas, hal tersebut lebih menonjol.

Untuk urusan ini, Karimun Wagon R lagi-lagi memiliki keunggulan, terbantu transmisi manual yang terpasang. Mulai posisi diam sampai kecepatan 60 km/jam, ditempuh dengan waktu 5,3 detik dan mencapai 100 km/jam diselesaikan dalam 13,3 detik.

Setelah itu Ayla dengan transmisi otomatis. Untuk ‘perjalanan' yang sama seperti ditempuh Karimun, dibukukan 6,4 detik dan 15 detik. Masing-masing untuk jarak 60 dan 100 km/jam.

Sementara itu, Brio Satya berbeda sangat tipis dengan Ayla. Waktunya 6,5 dan 15,25 detik. Patokan yang dipakai sama seperti ‘rekan-rekan'nya, yakni 60 dan 100 km/jam.

Jika dilihat dari mesin, sebenarnya mesin K10B milik Karimun tenaganya paling kecil. Hanya 68 dk/6.200 rpm dengan torsi 90 Nm/3.500 rpm. Bandingkan dengan Ayla yang memiliki tenaga 87,83 dk/6.000 rpm dan torsi 87/3.600 rpm. Serta Brio Satya 88 dk/6.000 rpm dengan torsi 109 Nm/4.500 rpm.

Keunggulan Karimun Wagon R, bisa jadi atas sumbangan dari bobotnya yang terbilang enteng. Berat kotor hanya 1,350 kilogram (klaim spesifikasi brosur). Selain itu juga bisa disebabkan oleh penggunaan ban yang terbilang tipis. Sehingga cukup banyak mereduksi bobot. Ukurannya 145/80R13.

Konsumsi BBM
Karakter keempat kontestan tentu sangat tergantung tipe mesin yang terpasang. Dari semuanya, hanya Brio Satya yang punya 4 silinder, sementara lainnya cukup dengan 3 silinder. 

Melalui tes, untuk satu liter bahan bakar, Karimun Wagon R menempuh 16,5 kilometer untuk berbagai rute dan kondisi jalan dalam kota. Macet, jalan bebas hambatan, siang serta malam hari. Sementara Ayla mampu menempuh 15,6 kilometer. Sedangkan untuk Agya dan Satya, memiliki angka yang sama 12,5 kilometer.

STYLE
Dari sisi tampang, Honda Brio Satya mendapatkan predikat mobil paling stylish di kelas LCGC. Desain dan lekukan bodinya manis dan cocok dengan keluarga muda yang berjiwa sporty. Pas dengan segmen LCGC yang membidik keluarga muda.

Posisi berikutnya direbut oleh saudara kembar Astra Toyota Agya dan Astra Daihatsu Ayla yang mempunyai poin sama. Sama-sama 4 bintang. Tampilannya benar-benar fresh dan desainnya baru, walau belum mampu mengungguli kecantikan Brio.

Sementara Suzuki Karimun Wagon R yang konsisten dengan desain K-car yang cenderung kotak, berada di posisi bontot. Desain ini terbilang sangat digemari di negara asalnya, Jepang. 

FITUR
Karimun Wagon R yang sudah mengadopsi teknologi immobilizer. Perangkat pengaman dengan chip komputer ini menjadikan kendaraan sulit raib. Selain itu, Wagon R juga mempunyai fitur unik, yakni gearshift indikator yang tidak dipunyai pesaingnya.

Beda sama si kembar Agya-Alya dan Satya sudah dibekali MID yang berisi konsumsi bahan bakar. Jadi, harapannya, penge,mudi bisa mencari konsumsi terbaik dengan gaya berkendara masing-masing.

Apalagi, Agya dan Alya terbantu pemakaian transmisi otomatis yang cocok dengan peruntukan mobil LCGC yang lebih sering menempuh lalu lintas dalam kota. Isu safety juga menjadi komoditi untuk menaikkan nilai jual, seperti terdapat pada Agya-Alya yang sudah dilengkapi dual airbags.

Duet Astra ini mampu menyngkirkan rivalnya dengan 10 fitur unggulan. Sementara Karimun Wagon R membayang di belakang dan Brio Satya berada paling bawah.

HARGA
Satu variabel penting bagi seorang biker dalam memilih mobil adalah harga. Nampaknya ini disadari benar oleh Suzuki. Terbukti dengan strategi price list yang tepat. Karimun Wagon R tipe GX yang merupakan varian termewahnya saja, hanya dibanderol Rp 99,9 juta. Hal ini menjadikan Karimun Wagon R sebagai mobil LCGC termurah dibanding konstestan lainnya.

Posisi kedua dimenangkan oleh Astra Daihatsu Ayla tipe X A/T. Ini adalah tipe Ayla yang sudah dipersenjatai dengan transmisi otomatis. Dipasarkan dengan harga Rp107 juta.
Brio Satya tipe S menduduki posisi ketiga. Tipe S adalah tipe menengah dari line up Brio Satya. Di bawahnya ada tipe A dan tertinggi tipe E. Semua menggunakan transmisi manual. Tipe S ini dipasarkan dengan harga Rp 111 juta, OTR Jakarta.

Agya TRD S A/T menjadi posisi bontot. Merupakan varian tertinggi di deretan Toyota Agya. Dengan dibenamkannya banyak fitur serta body kit lansiran TRD, menjadikan harga Agya melambung hingga Rp 120,750 juta.

Inilah 'Self Driving Car' Pertama yang Diproduksi Massal


Induct sebuah perusahaan asal Perancis, menyalip Google dan pabrikan otomotif besar dengan merilis mobil bisa berjalan sendiri atau self driving car untuk dijual massal yang pertama di dunia.


Mobil listrik cerdas dan dapat berjalan tanpa pengemudi ini bernama Navia Shuttle. Navia dapat memuat delapan orang penumpang dan digunakan sebagai kendaraan umum untuk fasilitas seperti bandara, kampus, dan lainnya.

Navia berbeda dari kendaraan tanpa pengemudi lain karena cerdas hingga ramah lingkungan. Pengguna dapat memanggil mobil darismartphone mereka atau menelepon dari komputer desktop mereka dan kemudian menggunakan layar sentuh di dalam mobil untuk memilih tujuan.

Namun sebagai kendaraan umum antar-jemput kecepatan tertingginya juga dibatasi hanya 20 km/jam. Mobil ini dapat menghindari benturan dan objek apapun di sekeliling jalan dengan sejumlah sensor dan teknologi 3D yang ditanam di dalamnya.

Navia Shuttle dibanderol US$250 ribu dan sudah bisa dibeli di Amerika Serikat.


Baca Artikel Lain:
Inilah Si Pemegang Rekor Tercepat di Lintasan Es
Mobil Terbang Ini Buat Mereka yang Bosan dengan Kemacetan



Inilah Ragam Aksesori Anti Maling buat Mobil

Pencurian mobil tak pernah habis meski polisi sudah menangkapi banyak sindikat. Langkah paling aman adalah mengambil langkah antisipatif. Meski tak 100 persen aman, tetapi paling tidak ada usaha untuk menyulitkan dan memperlama aksi maling.

Jika fitur anti maling pada mobil dirasa belum cukup, banyak penjual produk aftermarket yang menyediakan berbagai aksesori anti maling. Secara garis besar,  sebagai berikut:
 

Kunci Setir dan pedal

Ini aksesori konvensional yang biasa dipasang pada setir mobil. Biasanya berbentuk batangan baja yang dipasang melintang agar setir tak bisa digerakkan. Di berbagai toko aksesori, dijual dengan harga antara Rp 400-900 ribu bergantung spesifikasi. Berkembang, ada berbagai jenis kunci yang mengikat pedal atau ban.
 

Immobilizer

Bisa jadi fitur ini lebih efektif. Itulah kenapa sejumlah mobil baru punya fitur ini yang terhubung langsung dengan kunci kontak. Mekanismenya, bekerja secara elektronik dengan mencocokkan kode dalam kunci dengan kode yang tersimpan dalam Electronic Control Unit (ECU) di mobil. Menggunakan kunci selain kunci asli, mesin mobil tidak akan bisa dihidupkan.

Jika mobil anda tidak dilengkapi immobilizer, jangan khawatir. Banyak bengkel ahli kelistrikan yang sanggup memasang sistem yang memutus aliran listrik tertentu. Misalnya, memutus aliran listrik menuju pompa bensin. Karena tidak ada bensin yang mengalir ke ruang bakar, mesin tak akan bisa menyala.

Ini bisa dipasang di semua jenis mobil. Paling banyak pemakai Avanza dan Xenia karena sering diincar maling. Rp 500 ribu saja.
 

Alarm Mobil

Banyak penjual alarm mobil, mulai dari harga ”murmer” Rp 150 ribu sampai yang paling canggih dengan harga jutaan rupiah. Tapi ingat, alarm kadang bunyi sendiri dengan sebab yang tidak jelas. Alhasil, banyak orang tidak peduli alarm berbunyi karena dianggap sudah biasa.
 


Pelacakan GPS dan ponsel

Mobil dilengkapi peralatan khusus yang terhubung dengan satelit. Peranti ini akan memancarkan sinyal ke satelit sehingga posisi mobil bisa dipantau. Paling baru, alat yang bekerja dengan sistem GPS tapi bisa dikendalikan lewat ponsel. Ketika mobil dibawa lari, pemilik bisa mematikan mobil hanya dengan menelepon atau mengirim pesan. Rata-rata, peranti anti maling GPS ini harganya lebih dari Rp 2,5 juta.

Inilah Tampilan Terbaru KIA Carens

 
All New Kia Carens ini betul-betul telah mengalami perubahan radikal dan menguburkan pandangan konsumen Indonesia terhadap dua generasi MPV asal Korea yang bulat, kaku dan kurang enak dipandang. Sebaliknya, kini tampilan generasi III All New Kia Carens justru lebih elegan dan berkelas dengan terobosan teknologinya.

Pada lampu utama (headlamp) yang desainnya mengikuti tren dunia dengan meruncing mendekati pilar A, sorotan lampunya bisa kekiri atau kekanan sesuai dengan arah kemudi. Ketika jalan lurus, hanya headlamp yang menyala.
 
Selain lampu utama, desain eksteriornya tampak ada sentuhan bergaya Eropa. Ini bisa dilihat dari menyatunya lebar ujung gril dengan lampu utama. Tarikan garis yang kuat pada bodi samping dan kap mesin ke pilar A. Desain air dam yang lebar menyatu dengan lampu kabut. Begitu dengan model lampu belakang yang juga melancip sampai ke bodi samping. Plus, bagian bawah seperti ada diffuser.

Pendek kata, tampilan All New Kia Carens III ini lebih aerodinamis. Bahkan coefficient of drag (Cd) jauh lebih baik dari dua model sebelumnya. Tak cuma itu, sudut pandang pun lebih luas, meski diujung bawah pilar A terdapat kaca mini.
 
Tak heran, ketika dilakukan akselerasi 0-60 km perjam (kpj), Carens yang dibekali mesin 1.998 cc 4 silinder dual CVVT mampu mencapainya dalam 4,6 detik. Asyiknya, meski bertransmisi matik, ingin ngebut bergaya manual, transmisi sudah dilengkapi tiptronik. Jadi, tinggal menggeser tuas persneling.

Kendati bermesin 2.0L, saat mobil diajak jalan dengan kecepatan konstan 100 kpj, konsumsi bahan bakarnya 16,1 km per liter. Sedang dalam kota 11,1 km per liter, tergolong irit untuk mesin sebesar itu.
 
Saat menjajal All New Carens dengan rute kepadatan lalu lintas dalam kota, ciri Carens yang tidak hilang, yakni kenyamanan suspensi. Melewati jalan kasar atau bergelombang, kelembutan suspensi bisa dirasakan sampai penumpang baris ketiga.

Walau berstatus MPV, kala duduk di belakang kemudi seperti berada di dalam sedan. Pinggang tak takut bergeser setiap melakukan manuver lantaran pada bagian tengah jok terdapat tonjolan yang mengapit pinggang.

Trus, pada kemudi terdapat tiga tombol. Paling atas bergambar setir ada tiga mode, dimulai dari Normal, Sport, dan Comfort yang mengatur berat-ringannya kemudi. Sedang tombol tengah mengatur MID yang berisi di antaranya komsumsi bahan bakar, kecepatan rata-rata dan lainnya.

Mau Dapat Datsun GO+ Gratis?


Datsun akan meluncurkan mobil murah yaitu Datsun GO+ pada pertengahan tahun 2014. Namun sebelum dipasarkan, lima Datsun GO+ pertama di Indonesia akan dibagikan kepada lima pemuda yang berada di lima Kota berbeda.


Manager Datsun Marketing & Communication Strategy, Yuda Resigama Anggoro mengatakan lima pemuda yang akan mendapatkan Datsun GO+ sebelumnya harus mengikuti Datsun Rising Challenge (DRC), yaitu kompetisi membuat perencanaan bisnis.

Kompetisi ini membuat proposal bisnis dan modalnya tidak boleh lebih dari RP 150 juta dan diadakan di lima kota yaitu Jakarta (30 November-6 Desember), Bandung (9-15 Desember), Yogyakarta (18-20 Desember), Semarang (23-24 Desember), dan Surabaya 28-30 Desember 2013). Proposal dibuat dalam bentuk hard copy dalam amplop ukuran A4 dan dimsukkan ke dalam drop box di diler Nissan paling lambat 21 Februari 2014.

Dengan syarat usia peserta dari 18 tahun hingga 35 tahun. Namun hanya terbatas pada peserta yang memiliki KTP di lima kota tersebut. Karena berkaitan dengan pengurusan mobil jika menang nanti. Dan formulir bisa diunduh di halaman facebook Datsun Indonesia.

Test Drive Honda Mobilio di Sirkuit Motegi


Tampilan luar dan dalam tak berbeda dari yang dipajang di Indonesia International Motor Show di September lalu. Meski tampilan kabin belum sepenuhnya utuh, namun inilah produk yang sudah nyaris indentik dengan versi yang akan di-delivery ke konsumen pada awal tahun depan. Tampak pembungkus trim pintu belakang masih berupa plastik polos, yang seharusnya dibuat dengan tekstur kasar.
 
Meski tampilan kabin sederhana, namun lingkar kemudi sudah dilengkapi tombol pengatur audio dan multi information display. Sepintas kabin mirip dengan Honda Brio yang merupakan basis Mobilio. Mobilio memiliki ground clearance yang lebih tinggi dari Brio. Oleh karena itu, travel (jarak main) sokbreker dibuat lebih panjang.
Basis Honda Brio yang dipakai di Mobilio membuat pengendaliannya sangat mirip. Akselerasi terasa ringan dan cukup kuat dengan mesin 1.500 cc yang juga dipakai di Honda Freed ini.. Namun karena posturnya yang lebih tinggi dan panjang dibanding Brio, membuat gejala body roll lebih terasa. Tapi itu bukanlah sebuah kendala untuk kategori MPV 7 penumpang di kelasnya. Apalagi saat dipacu di kecepatan sekitar 50-70 km/jam, tak terasa gejala limbung. Bahkan ketika diajak berzig-zag pada kecepatan sekitar 40 km/jam, arah laju Honda Mobilio masih dapat dikendalikan dengan mudah.
Dimensi kabin terkesan cukup lapang. Apalagi jok tengah yang dapat dimaju-mundurkan. Saat penumpang dewasa duduk di jok baris paling belakangpun masih terasa nyaman. Jok baris terakhir ini bukan sekadar basa-basi untuk memenuhi klaim sebagai MPV 7 seater. Postur tinggi 170 cm pun masih menyisakan ruang untuk kaki tak mentok ke jok di depannya.
Dijual di rentang harga Rp 150-190 jutaan, membuat Honda Mobilio menjadi rival kuat pemimpin pasar saat ini yaitu Toyota Avanza, Daihatsu Xenia dan Suzuki Ertiga.

Mobil-Mobil Terlaris November 2013


Pada Bulan November tahun 2013 ini, penjualan mobil di Indonesia berdasarkan dari data yang dirilis oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) terlihat ada sedikit penurunan penjualan.


Bila di Oktober terjual sebanyak 112.039 unit mobil, di November angka itu turun jadi 111.741 mobil.

Namun, secara total, dalam rentang Januari-November telah ada 1.132.130 mobil yang terjual di Indonesia.


Untuk siapa mobil terlaris, Toyota Avanza masih menjadi mobil yang paling laku dijual dan mobil murah mulai merangkak naik di bulan November ini.


Berikut daftar lengkap penjualan mobil terlaris di bulan November 2013.

1. Toyota Avanza 19.013 unit
2. Toyota Agya 6.591 unit
3.Toyota Kijang Innova 5.856 unit 
4. Daihatsu Ayla 5.095 unit
5. Daihatsu Gran Max pikap 4.492 unit
6. Suzuki Carry Pikap 4.346 unit
7. Toyota Rush 3.598 unit
8. Daihatsu Xenia 3.261 unit
9. Suzuki Ertiga 2.610 unit
10. Mitsubishi T-120 SS mini pikap 2.560 unit

Inilah Keunggulan Outlander PHEV yang Siap Masuk Indonesia


Mitsubishi Indonesia sudah memberi indikasi kemungkinan untuk memasarkan Outlander Plug-in Hybrid Electri Vehicle (PHEV), tahun depan. Ini SUV listrik pertama di dunia dengan plug-in hybrid. Untuk mobil konsep ini, kini sedang dalam pengembangan dan tahun depan. 

Dua motor listrik

Mobil ini diklaim memadukan teknologi electric vehicle dari i-MiEV, sistem 4WD dari Lancer Evolutinn dan kehandalan SUV pada Pajero.

Sistem hybridnya dilengkapi dengan dua motor listrik sebagai tenaga penggerak. Kedua motor listriknya tipe permanent magnet synchronos yang ringan dan masing-masing memiliki tenaga maksimum 60 kW. Hanya torsi berbeda, untuk depan mencapai 137 Nm dan 195 Nm di roda belakang.

Mesin bensinnya tipe 4B11 berkapasitas 2.000 cc. Mesin ini sudah dilengkapi juga dengan Mitsubishi Innovation Valve timing Electronic Control system (MIVEC). Saat bekerja, ada tiga mode mengemudi yang bisa dipilih.

Pertama adalah EV (electric vehicle) Driving Mode. Dengan mode ini hanya motor listrik yang bekerja. Lalu ada Series Hybrid Mode, mesin bensinnya bekerja sebagai generator untuk mensuplai listrik ke motor listrik. Sistem hybrid akan otomatis beralih ke mode ini ketika baterai dalam kondisi kosong atau ketika butuh tenaga lebih ketika menanjak.

Terakhir adalah Pararel Hybrid Mode. Mode ini digunakan secara otomatis ketika membutuhkan performa tinggi. Mesin bensin akan memberikan tenaga lebih dominan dan motor listrik hanya membantu

Mengenal "Smart Assist" Teknologi Terbaru dari Daihatsu

Teknologi canggih ini dirancang untuk membantu pengemudi agar terhindar dari kecelakaan yang mungkin saja terjadi akibat mengantuk atau pada saat hilangnya konsentrasi. Daihatsu menamakannya dengan sebutan Smart Assist (SA).

Smart Assist berguna mencegah terjadinya tabrakan yang bekerja efektif pada saat mobil melaju di kecepatan rendah, sekitar 10-20 km/jam. Sensor sonar yang terpasang pada bumper depan mobil akan membaca mobil yang berada 20 meter di depannya. 

Bila mobil di depan berhenti, SA secara otomatis mereduksi kecepatan mobil Teknologi  Smart Assist ini juga bermanfaat pada saat kita berhenti di lampu merah.

Soalnya, jika mobil di depan sudah tapi mobil kita masih diam, maka alarm akan berbunyi untuk mengingatkan pengemudi agar segera jalan.

Teknologi SA sudah dipasang di Daihatsu Move Custom dan Daihatsu Move pada tahun 2012. SA juga akan dipasang di model lainnya. Daihatsu ingin menunjukan bahwa mobil dengan harga relatif murah, bukan berarti mengabaikan fitur keselamatan.