Showing posts with label oli mesin. Show all posts
Showing posts with label oli mesin. Show all posts

Jeep Sedang Persiapkan Wrangler Versi Diesel

Wrangler menurut rencana akan dibuat versi mesin diesel, tetapi itu akan tergantung dari bagaimana reaksi konsumen terhadap versi diesel dari Grand Cherokee. Pada awalnya, Jeep membatasi penggunaan mesin diesel hanya untuk tiga varian dari Grand Cherokee terbaru, yaitu Limited, Overland dan Overland Summit.

Konsumen Wrangler banyak yang menginginkan versi diesel. Wrangler jelas menjadi target untuk dibuat versi diesel, setelah dilihat reaksi konsumen terhadap versi diesel dari Grand Cherokee.

Mesin diesel pada Wrangler itu rencananya akan dikawinkan dengan transmisi otomatis delapan percepatan. Sebagai perbandingan, Wrangler saat ini ditawarkan dengan transmisi manual enam percepatan dan otomatis lima percepatan.

Minimal ada tiga hal yang menjadi alasan utamanya mesin diesel membuat sangat bermanfaat untuk Wrangler

Pertama, ada manfaat dalam segi keekonomisan bahan bakar. Yang kedua, Wrangler adalah mobil paling laku dari semua model Jeep maupun Chrysler secara keseluruhan. Dengan bahan bakar yang lebih irit, tentu akan lebih meningkatkan penjualannnya.

Sedangkan alasan yang ketiga, sebagai mobil yang lebih cocok untuk medan offroad, torsi low-end yang melekat pada mesin diesel sangat membantu kinerjanya. Dikombinasikan dengan gearing khusus yang ditawarkan di Wrangler Rubicon, versi dieselnya akan lebih mumpuni dalam mengarungi medan offroad.

Jika nanti diluncurkan, untuk model yang dijual global nanti, Jeep akan menawarkan Wrangler dengan mesin diesel berkapasitas 2.800 cc empat silinder.

Sementara mesin diesel berkapasitas 3.000cc enam silinder seperti yang digunakan di Grand Cherokee sepertinya lebih cocok untuk konsumen di wilayah utara AS.

Efek Buruk Jika Mobil Sering Dikendarai dalam Kecepatan Rendah

Sering berkendara dalam kecepatan rendah ternyata berpotensi membuat mesin mobil Anda mengeluarkan suara ngelitik atau knocking. 

Saat berkendara dalam kecepatan rendah, bisa mengakibatkan penumpukan kerak karbon lebih cepat. Dimana aliran pembuangan gas bekas dan sisa pembakaran lebih lambat dibanding pada kecepatan tinggi. Apalagi jika memakai bahan bakar yang rendah oktan. Ini bisa membuat mesin kendaraan menjadi ngelitik.

Dalam kecepatan tinggi, pembuangan menjadi lebih kencang. Sementara kecepatan rendah itu pembuangannya lebih lambat, sehingga penumpukan kerak itu bisa lebih cepat terjadi. Mengakibatkan ruang bakar tidak membakar karbon dengan sempurna.

Inilah salah satu penyebab ngelitik selain penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan.

Ngelitik bisa terjadi pada semua kendaraan yang bermesin bensin, karena bahan bakar bensin mengandung olefin/diolefin dan aromatic.

Senyawa-senyawa kimia inilah salah satu penyebab terbentuknya deposit karbon, dimana zat-zat tersebut memiliki kestabilan panas yang tidak begitu tinggi, yang dapat menjadi deposit jika terekspos pada suhu tinggi.