Showing posts with label mobil listrik. Show all posts
Showing posts with label mobil listrik. Show all posts

Inilah Keunggulan Outlander PHEV yang Siap Masuk Indonesia


Mitsubishi Indonesia sudah memberi indikasi kemungkinan untuk memasarkan Outlander Plug-in Hybrid Electri Vehicle (PHEV), tahun depan. Ini SUV listrik pertama di dunia dengan plug-in hybrid. Untuk mobil konsep ini, kini sedang dalam pengembangan dan tahun depan. 

Dua motor listrik

Mobil ini diklaim memadukan teknologi electric vehicle dari i-MiEV, sistem 4WD dari Lancer Evolutinn dan kehandalan SUV pada Pajero.

Sistem hybridnya dilengkapi dengan dua motor listrik sebagai tenaga penggerak. Kedua motor listriknya tipe permanent magnet synchronos yang ringan dan masing-masing memiliki tenaga maksimum 60 kW. Hanya torsi berbeda, untuk depan mencapai 137 Nm dan 195 Nm di roda belakang.

Mesin bensinnya tipe 4B11 berkapasitas 2.000 cc. Mesin ini sudah dilengkapi juga dengan Mitsubishi Innovation Valve timing Electronic Control system (MIVEC). Saat bekerja, ada tiga mode mengemudi yang bisa dipilih.

Pertama adalah EV (electric vehicle) Driving Mode. Dengan mode ini hanya motor listrik yang bekerja. Lalu ada Series Hybrid Mode, mesin bensinnya bekerja sebagai generator untuk mensuplai listrik ke motor listrik. Sistem hybrid akan otomatis beralih ke mode ini ketika baterai dalam kondisi kosong atau ketika butuh tenaga lebih ketika menanjak.

Terakhir adalah Pararel Hybrid Mode. Mode ini digunakan secara otomatis ketika membutuhkan performa tinggi. Mesin bensin akan memberikan tenaga lebih dominan dan motor listrik hanya membantu. 

Chevrolet Hadirkan Spark Versi Mobil Listrik

Pabrikan mobil terkenal mengoptimalkan semua sumberdaya yang dimiliki untuk menciptakan sebuah mobil masa depan dengan  emisi rendah, bahkan mobil zero emission. Tak terkecuali Chevrolet, keseriusannya untuk membuat sebuah kendaraan zero emission dibuktikan dengan meluncurkan unit terbarunya yang berbasis mobil listrik, yaitu Spark EV. 

Mobil listrik yang akan memulai debutnya di acara pameran mobil Geneva Motor Show 2013 maret mendatang. Sebagai mobil listrik, Spark EV didukung oleh motor yang setara dengan 130 dk dan torsi 542 nm sehingga mampu berakselerasi dari kecapatan 0-100 km/jam bisa di tempuh dalam waktu 8.5 detik.

Sealin keheningannya saat berakselerasi, Spark EV dilengkapi fitur MyLink connected radio yang memungkinkan sebuah smarthphone dapat terhubung dan bisa divisualisasikan pada layar sentuh LCD 7 inci beresolusi tinggi. Selain itu, mobil listrik ini juga dilengkapi kamera di spion untuk membantu visibiltas saat mobil hendak ingin melakukan reverse gear.

Untuk sumber tenaga, Spark EV menggunakan baterai lithium-ion 20 kWh yang dirancang dengan teknologi active liquid cooling dan heating system, sehingga dapat diisi ulang dengan arus listrik AC maupun DC.

Chevrolet mengklaim, dengan melakukan pengisian dengan arus listrik DC, Spark EV bisa memenuhi kuota batrerai hingga 80 persen hanya dengan waktu kurang lebih 20 menit. Sedangkan pengisan baterai dengan arus AC, untuk bisa membuat baterai penuh di butuhkan waktu 6 sampai delapan jam dengan daya 230 volt.

Honda Gunakan Sistem Sewa Untuk Perluas Pasar Mobil Listrik


Dalam mengenalkan mobil listrik Fit di Negeri Amerika, Honda menggunakan strategi  dengan cara sewa, Sejak diluncurkan Juli 2012, kendaraan hatchback tersebut  baru ada di California dan Oregon. 

Kali ini perluasan pasar di arahkan ke pesisir timur Amerika Serikat, meliputi Massachusetts, Connecticut, Maryland, New York, dan New Jersey.

Di California dan Oregon, konsumen hanya bisa menyewa 3 tahun dengan biaya 389 dollar AS per bulan atau Rp3,7 juta. Tarif ini juga diberlakukan di wilayah yang baru.

Memperluas ketersediaan Fit listrik untuk di pesisir timur merupakan langkah paling tepat. Terlebih untuk  pendekatan pada pelanggan agar lebih mengenal produk ramah lingkungan kami.

Untuk energi mengandalkan baterai lithium-ion 20 kWh yang dilengkapi pengisi baterai 6,6 kW yang bisa dicolokkan ke stop kontak dengan tegangan 120 dan 240 volt AC. Pengisian ulang cepat berlangsung sekitar 3 jam, sedangkan normal 15 jam. Bila baterai penuh, mobil listrik bertenaga 123 PS dan torsi 256 Nm dan memiliki moda Sport, Normal, dan Econ  bisa melaju sejauh 131 km.

Nissan Siapkan Mobil Listrik Versi Cepat


Dalam usahanya untuk membuktikan bahwa mobil listrik Nissan Leaf juga dapat menjadi mobil cepat, Nissan Leaf versi Nismo dikabarkan akan mulai diproduksi musim panas ini di Jepang.

Dilaporkan Autocar UK, Chief Nismo Nissan Shoichi Miyatani menegaskan bahwa versi Nismo dari Nissan Leaf itu akan mulai diproduksi pada musim panas tahun ini di Jepang dalam jumlah terbatas.

Mobil listrik ini disematkan body kit widebody yang cukup ekstrem seperti yang terlihat pada mobil balap bernama resmi Nissan Leaf Nismo RC ini, dengan satu set velg alloy baru dan berbagai perubahan interior.

Coba bandingkan perubahan Nissan Leaf standar dan tampilan versi mobil balap Nissan Leaf Nismo RC, terlihat jelas perubahan sangat ekstrem mengingat Nissan Leaf adalah city-car biasa, bukan mobil sport.

Perdebatan Penggunaan Girboks Untuk Mobil Listrik



Dahlah Iskan tersirat mengatakan, penyebab kecelakaan yang dialaminya lantaran Tucuxi tidak menggunakan girboks (transmisi). Karena itu pula, untuk memastikan keamanan, sebelum berangkat, rem diperbaiki. Nyatanya, rem yang tidak pakem menyebabkan sang menteri benar-benar mengalami kecelakaan.
 
Karena tidak menggunakan girboks, berarti motor listrik Tucuxi langsung menggerakan as roda. Struktur seperti ini memang efisien karena tidak ada girboks dan kopling. Kerugian energi bisa ditekan, bobot jadi lebih ringan, tenaga bisa dipindah ke roda lebih mulus dan juga membuat mobil jadi responsif saat start.
 
Masalahnya, saat berada di turunan, ketika mobil diperlambat, rem bekerja sendirian menahan beban. Padahal, dengan kendaraan yang menggunakan mesin bensin atau diesel (lebih khusus lagi deisel), saat menurun – dengan adanya girboks – bisa menggunakan gigi 2 atau 3 - mesin ikut membantu kerja rem menahan laju mobil melalui efek yang disebut “engine brake”. Pasalnya, mesin bisa beralih fungsi menjadi kompresor, menahan putaran roda dan transmisi.   
 
Di dunia otomotif, penggunaan girboks untuk mobil listrik masih menjadi perdebatan bagian para insinyur. Pasalnya, hampir 90 persen mobil listrik yang sudah diproduksi dibuat tidak mengemudi girboks untuk memindahkan tenaga yang dihasilkan motor ke roda (as roda).

Hal tersebut bisa dimaklumi karena mobil listrik umumnya digunakan di perkotaan dengan jarak tempuh terbatas. Di samping itu, pengisian ulang baterai butuh waktu lama untuk dibawa keluarga kota harus dipertimbangan masak-masak.

Mobil listrik supersport terkenal dari Amerika Serikat, Tesla, juga tidak menggunakan girboks, namun dilengkapi dengan dua gigi percepatan: normal dan sport. 
 
Mobil listrik yang tidak menggunakan girboks, motor langsung dipasang pada as roda. Bahkan ada yang langsung disatukan pada roda. Untuk mengatur tenaga, torsi plus putaran, sesuai dengan kebutuhan pengemudi (melalui injakan pedal gas), pengaturan dilakukan seperti kipas angin atau “blower” AC.

Namun kini, para insinyur mulai berfikir, mobil listrik harus dilengkapi dengan girboks dengan beberapa percepatan. Tujuannya, agar tenaga yang dihasilkan motor listrik bisa disesuaikan dengan kebutuhan operasi mobil, misalnya sedang membawa beban berat, di tanjakan atau turunan. Bahkan kini beberapa insinyur mengatakan, untuk mobil listrik sport atau bertenaga besar, harus menggunakan girboks dengan beberapa percepatan.

Untuk Hindari Kecelakaan Mobil Listrik Diwajibkan Keluarkan Suara



NHTSA atau Lembaga Keselamatan Jalan Raya dan Lalu Lintas Amerika Serikat mengajukan regulasi baru, setiap mobil listrik dan hibrida wajib mengeluarkan suara. Alasannya, meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan lain atau menghindari kecelakaan. 

Usulan ini untuk melindungi pejalan kaki dan pesepeda. NHTSA menyatakan, dengan mendesain kendaraan yang bisa mengeluarkan suara pada kecepatan rendah -  di bawah 18 mph (28,9 kph) - dapat menghindari kecelakaan yang setiap tahunnya mencapai 2.800 orang.

Untuk itu, setiap kendaraan harus mengeluarkan dana tambahan 30 dollar AS (Rp 291.000) buat speaker atau total 23 juta dollar (Rp 223,1 miliar) jika peraturan mulai diberlakukan pada 2016 (sesuai dengan jumlah mobil listrik dan hibrida). Setiap merek bisa mendesain suara sendiri. Terpernting, suara tersebut bisa meningkatkan kewaspadaan pejalan kaki, pesepeda dan pengguna jalan lain.

Beberapa merek di AS sudah menambahkan suara pada mobil listrik dan hibridanya. General Motors misalnya, menambahkan suara pada Chevrolet Volt 2013 yang dioperasikan dengan menekan tombol peringatan saat lampu sein menyala dan berbelok. Hal yang sama juga dilakukan Nissan untuk Leaf.  Pada kecepatan  0-18 mph (0-28,9 kph) mobil mengeluarkan suara. Bedanya Nissan membuatnya otomatis, sehingga pengendara tidak repot. Toyota juga sudah menggunakan pada Prius yang berbunyi pada kecepatan di bawah 15 mph (24,1 kph), saat mobil mengandalkan baterai sebagai sumber energi atau mesinnya mati.

Inilah Mobil Listrik Pertama Dijual Resmi di Indonesia


Mobil listrik sedang menghangatkan industri otomotif nasional. Mobil listrik pertama yang dijual secara resmi di kawasan Asia khususnya di Indonesia ini dinamakan Tazzari Electric Zero Evo ini. 


Mobil asal Imola, Italia ini sudah full listrik, enggak perlu isi bensin jadi tinggal colok di stop kontak biasa. Untuk menjalankannya, cukup putar kunci kontak, maka panel instrumen berlayar sentuh ini akan menyala menyuguhkan ragam fitur komando mobil. Untuk transmisinya hanya ada maju dan mundur yang bisa dipilih dan ditekan setelah menginjak pedal rem.

Ada empat pilihan mode mengemudi yang menjadi fitur unik. Yaitu mode Race yang menawarkan keunggulan performa, Economy untuk penghematan daya baterai dan mode Standar guna pengendalian harian serta Rain yang akan mengimprovisasi pengendalian mobil ketika jalanan basah.


Fitur-fitur layaknya mobil standar sudah menjadi kelengkapannya. Di antaranya electric mirror, electric power window, central door lock hingga immobilizer. Tazzari ditenagai oleh penggerak motor gerak roda belakang 3-phase asynch. Baterai yang digunakan merupakan Lithium generasi terakhir yang punya sistem tipe Li-ion Fe berdaya 220 volt.  Dimensi baterainya kompak, diletakkan di kolong bodi mobil.

Kecepatan maksimal diklaim mencapai 100 km/jam dengan torsi maksimum 150 Nm. Kalau isi baterai full bisa sampai jarak 200 km. Dibutuhkan daya minimal 2.200 volt jika pengisian dilakukan di rumah dan jika mengandalkan genset, minimum daya yang diperlukan adalah 3.000 volt. Pada spesifikasi resminya, pengisian daya hingga 100 % membutuhkan waktu hingga 9 jam. 

Cukup Dengan Rp.8.000, Mobil Listrik Ini Bisa Tempuh Jarak 135 Km


PT PLN (Persero) unjuk gigi memamerkan mobil listrik miliknya, untuk mengisi baterai mobil listrik nasional Evina alias Electric Vehicle Indonesia cukup Rp 7.620 saja sekali ngecas.

Dalam hitungan PT Perusahaan Listrik Negara, Evina hanya menyedot listrik sekitar 4,4 kwH dalam pengisian baterai selama tiga jam pada tegangan AC 220 Volt (listrik yang tersalur ke rumah). 


Jika diasumsikan harga jual listrik non subsidi per kwh Rp 1.650, maka Evina Putih ini cukup membayar Rp 7.620 untuk satu kali pengisian. 

Mobil listrik yang juga dikembangkan bareng PT Sarima s Ahmadi Pratama ini mampu menempuh kecepatan maksimum hingga 120 km/jam. 

Dan dalam setiap pengisian, mobil mungil ini mampu menempuh jarak hingga 135 km. 


Nantinya, konsentrasi PLN terhadap mobil listrik nasional ini adalah penjualan listriknya. Saat ini kami tengah meriset dan mengembangkan stasiun pengisian listrik umum (SPLU) untuk kendaraan listrik.

Dalam mengendarai mobil listrik ini, penumpang atau pengemudi akan merasakan respons tinggi, nyaman, dan nyaris tak ada suara alias halus. Dan terpenting, mobil ini akan mampu menghemat energi serta ramah lingkungan.